tvOnenews.com - Manchester United kembali berada di persimpangan penting pada bursa transfer. Ketertarikan terhadap Cole Palmer bukan sekadar persoalan harga tinggi, tetapi juga menyangkut potensi pelanggaran prinsip internal yang selama ini dijaga ketat oleh Sir Jim Ratcliffe dan INEOS.
Jika transfer ini benar-benar direalisasikan, langkah tersebut bisa menjadi titik balik kebangkitan Setan Merah, atau justru dianggap sebagai pengkhianatan terhadap filosofi baru klub.
Sejak berada di bawah kendali INEOS, Manchester United berulang kali menegaskan keinginan untuk meninggalkan pola lama: mendatangkan pemain bintang dengan banderol fantastis tanpa perencanaan jangka panjang yang jelas.
Namun, Cole Palmer bukan sosok sembarangan. Performa impresifnya di Premier League serta statusnya sebagai talenta top Inggris membuat MU berada dalam dilema besar—tetap konsisten pada prinsip, atau mengorbankannya demi ambisi instan.
Mengutip laporan media Vietnam, vietnam.vn, rumor ketertarikan Manchester United terhadap Palmer menguat di tengah sinyal kebangkitan tim bersama manajer interim Michael Carrick.
Di bawah kepemimpinannya, MU mencatat dua kemenangan beruntun yang mengejutkan, masing-masing atas Manchester City dan Arsenal.
Langgar Filosofi INEOS? Alasan Manchester United Harus “Nekat” Jika Ingin Rekrut Cole Palmer
Palmer Rindu Manchester, MU Jadi Kandidat Kuat
Laporan The Guardian mengungkapkan bahwa Cole Palmer mulai mengevaluasi masa depannya. Pemain berusia 23 tahun tersebut disebut merindukan kampung halamannya serta kehidupan di Manchester, setelah dua musim membela Chelsea di London.
Menurut laporan itu, Palmer “tidak sepenuhnya menikmati kehidupan di London dan merindukan teman-temannya di kampung halaman,” sebuah faktor personal yang membuka peluang bagi Manchester United untuk masuk dalam perburuan tanda tangannya pada bursa transfer musim panas 2026.
Situasi tersebut beriringan dengan meningkatnya performa Setan Merah. Dua kemenangan bergengsi di bawah Carrick mendorong MU menembus posisi empat besar klasemen Premier League, memunculkan optimisme baru di Old Trafford. Dalam konteks ini, Palmer dipandang sebagai elemen krusial untuk mempercepat proses kebangkitan tim.
Namun demikian, peluang besar tersebut juga dibayangi hambatan yang tidak sederhana.




