GenPI.co - Media sosial dihebohkan dengan video yang memperlihatkan dugaan pergerakan tanah di kawasan Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Video rekaman tersebut sempat memicu kepanikan warga, karena dikira sebagai longsor susulan yang berpotensi membahayakan proses evakuasi korban di Cisarua.
Namun, Tim Search and Rescue (SAR) Gabungan memastikan fenomena dalam video tersebut bukanlah pergerakan tanah baru atau longsor lanjutan.
“Itu bukan pergerakan tanah secara geologis, melainkan tanah yang sudah jenuh air akibat hujan deras beberapa hari terakhir,” ujar Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian, Jumat (30/1).
Ade menjelaskan kondisi tanah di lokasi longsor di Cisarua memang sangat labil karena air hujan meresap ke lapisan tanah.
Kondisi ini menyebabkan perubahan visual di permukaan yang terlihat seolah-olah tanah bergerak.
“Dari hasil assessment tim safety dan geologi, saat ini belum ditemukan pergerakan tanah yang signifikan. Namun, potensi pergeseran tetap kami waspadai,” beber dia.
Dia mengungkapkan tim ahli geologi dan keselamatan melakukan pemeriksaan dan menyimpulkan perubahan tersebut lebih bersifat visual, bukan tanda pergerakan tanah aktif yang berbahaya.
Meski dipastikan bukan longsor baru, Tim SAR tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi medan yang masih rawan dan licin.
“Keselamatan personel tetap menjadi prioritas utama. Kami terus berkoordinasi dengan tim geologi untuk memantau situasi di lapangan secara berkala,” tegas Ade.
Selain itu, Ade menyebutkan sebanyak 17 unit alat berat diturunkan ke lokasi longsor difokuskan di sektor A1, A2, dan mulai diperluas ke sektor A3.
“Kami akan melakukan evaluasi untuk menentukan apakah operasi SAR akan diperpanjang, serta sektor mana yang menjadi fokus lanjutan pencarian,” jelas dia.(ant)
Video heboh hari ini:




