Jakarta, VIVA – Komisi VI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke kilang minyak Pertamina di Balikpapan, Kalimantan Timur, pada Kamis 29 Januari 2026.
Kunjungan tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Nurdin Halid, sebagai bagian dari pengawasan terhadap proyek strategis sektor energi nasional, khususnya pengembangan Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Nurdin menegaskan bahwa RDMP Balikpapan tidak boleh dipandang semata sebagai aset komersial PT Pertamina, melainkan harus ditempatkan sebagai infrastruktur strategis negara.
Menurutnya, kilang ini memiliki peran krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional, sehingga desain operasionalnya harus mencakup kapasitas cadangan yang memadai, skenario kedaruratan, serta mitigasi risiko geopolitik regional.
“RDMP Balikpapan harus dirancang untuk kepentingan strategis jangka panjang negara, bukan hanya hitungan bisnis semata,” kata Nurdin dalam keterangannya, Jumat, 30 Januari 2026.
Nurdin Halid juga menekankan pentingnya optimalisasi kilang dalam rangka mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak (BBM).
Ia menilai keberhasilan RDMP Balikpapan menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan kemandirian energi nasional, di mana kebutuhan energi dalam negeri dapat dipenuhi dari kapasitas produksi nasional.
Dalam konteks tersebut, Komisi VI DPR RI berkomitmen untuk terus mendorong kebijakan yang memperkuat peran Pertamina sebagai BUMN strategis di sektor energi.
Nurdin Halid menegaskan bahwa Komisi VI DPR RI siap memberikan dukungan penuh kepada PT Pertamina, baik dari sisi regulasi maupun pengawasan, agar proyek RDMP Balikpapan berjalan optimal dan tepat sasaran.
“Dalam rangka mewujudkan kemandirian energi nasional, kami dari Komisi VI akan terus mendukung Pertamina agar Indonesia tidak lagi bergantung pada impor BBM dan mampu memenuhi seluruh kebutuhan energi nasional secara mandiri,” pungkasnya.




