Polisi Masih Periksa Ponsel Lula Lahfah Telisik Asal-usul Tabung Whip Pink

detik.com
4 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Polisi masih melakukan pemeriksaan digital forensik pada ponsel milik selebgram Lula Lahfah. Pemeriksaan itu salah satunya untuk mendalami asal-usul tabung dinitrous oxide (N20) atau Whip Pink yang ditemukan di apartemen Lula.

"Masih (berlangsung) kalau (pemeriksaan) digital forensik masih dilakukan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto dalam jumpa pers di Mapolda Jakarta Selatan, Jumat (30/1/2026).

Tabung Whip Pink tersebut ditemukan di kamar milik asisten rumah tangga Lula yang berinisial A. Tabung itu ditemukan dalam kondisi sudah kosong.

"Ditemukan oleh anggota pada saat olah TKP itu di kamar asisten," lanjut Budi.

Baca juga: Ditemukan di Apartemen Lula Lahfah, Bagaimana Aturan Edar Tabung Whip Pink?

Meski begitu, polisi belum menemukan bukti pembelian gas medis tersebut. Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian pendalaman.

"Kalau bukti pembelian kita masih belum dapatkan, tetapi penyelidik sudah mendalami dari mana asal-usul barang itu dikirim. Ini kan sudah mendalami," terang Budi.

"Jadi walaupun perkara ini kami hentikan dalam proses penyelidikan, kami menghormati tidak ada tindak pidana, tetapi terkait tentang peredaran, penggunaan, penyalahgunaan tabung N2O2 ini tetap kan kita lakukan kontrol," lanjut dia.

Puslabfor Bareskrim Mabes Polri dilibatkan dalam pengungkapan kasus kematian selebgram Lula Lahfah. Puslabfor menemukan DNA Lula ada di tabung Whip Pink tersebut.

"Setelah kami melakukan pemeriksaan, kami dapat simpulkan bahwa benar bahwa pada seprai terdapat bercak darah pada tisu atau kapas bekas pakai terdapat bercak darah dan pada satu buah tabung Whip Pink itu muncul profil DNA," kataKepala Urusan (Kaur) Subbid DNA Puslabfor Baresktim Polri, Azhar Darlan.

Baca juga: Lula Lahfah Tidak Diautopsi, Polisi Tak Bisa Simpulkan Penyebab Kematian

Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi Kementerian Kesehatan El Iqbal menjelaskan memang tidak ada regulasi khusus yang mengatur izin edar gas N2O. Hal itu disebabkan produk tersebut hanya digunakan dalam bentuk instalasi gas medis dan tidak untuk dijual.

"Terkait mungkin ada juga bagaimana izin edar, memang gas N2O ini tidak memiliki izin edar karena memang gas N2O ini digunakan di rumah sakit dalam bentuk instalasi gas medis," kata Iqbal.

"Artinya penggunaannya ini adalah khusus di rumah sakit, tidak untuk distribusikan kepada masyarakat. Namun ini adalah dalam gas N2O sebagai gas medis yang digunakan di rumah sakit," jelasnya.

Iqbal menyatakan gas N2O tersebut tidak hanya digunakan dalam sektor kesehatan, tetapi juga digunakan oleh bidang pangan, otomotif hingga pertanian.

"Artinya ini pun juga memang dalam bentuk yang bulk atau bukan dalam bentuk yang kecil," jelasnya.

Sebagai informasi, selebgram Lula Lahfah ditemukan meninggal di kamar apartemennya pada Jumat (23/1) malam. Polisi memastikan tidak ada tanda kekerasan pada tubuh Lula.




(ond/wnv)

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Layanan Informasi Unismuh Dinilai Unggul, Raih Dua Penghargaan pada Pameran LLDIKTI IX 2026
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Raih 6 Medali, SWA RoboKnights Wakili Indonesia ke Kejuaraan Dunia VEX Robotics di AS
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
KPK Kembali Panggil Gus Yaqut di Kasus Kuota Haji Hari Ini
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Denada dan Ressa Rizky Rossano Gagal Mediasi, Sidang Dugaan Penelantaran Anak Lanjut ke Pokok Perkara
• 17 jam lalugrid.id
thumb
Polres Batu Bara Tangkap Dua Remaja Diduga Pengedar Narkoba
• 23 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.