Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara (Jakut), dipadati kapal nelayan sehingga alur keluar masuk pelabuhan terganggu. Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Metro Jaya mengurai kepadatan kapal.
Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda Metro Jaya Kombes Mustofa menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk memastikan keselamatan pelayaran dan kelancaran aktivitas pelabuhan.
"Menindaklanjuti pemberitaan yang viral, Ditpolairud bergerak cepat ke lapangan untuk melakukan penataan dan membuka kembali alur pelayaran. Penanganan dilakukan secara bertahap dan akan terus kami pantau bersama instansi terkait," kata Kombes Mustofa, Jumat (30/1/2026).
Personel Subdit Patroli Airud segera memberikan imbauan dan arahan kepada para nahkoda kapal yang menutup alur pelayaran agar segera berpindah, sehingga alur di dalam pelabuhan dapat kembali lancar.
Petugas Ditpolairud Polda Metro Jaya melakukan penertiban secara bertahap. Pada tahap pertama, area alur pelayaran telah berhasil dibuka sekitar 50 persen.
Namun demikian, masih terdapat sisa kapal yang memerlukan penataan lanjutan. Penertiban secara bertahap juga akan dilakukan sesuai kondisi di lapangan.
Sebagai tindak lanjut, Ditpolairud Polda Metro Jaya kemudian menggelar rapat pembahasan koordinasi tata kelola kapal perikanan yang dipimpin oleh Direktur Kepelabuhanan dan dihadiri oleh sejumlah pemangku kepentingan terkait, bertempat di Ruang Rapat Unit Pengelola Pelabuhan Perikanan (UP3) Muara Angke.
Hasil rapat, disepakati bahwa ke depan akan dilaksanakan pengecekan rutin setiap hari serta penguatan kolaborasi dengan instansi terkait guna mencegah kembali terjadinya penumpukan kapal dan memastikan kelancaran aktivitas pelabuhan.
Ditpolairud Polda Metro Jaya memastikan akan terus melakukan pengawasan dan langkah preventif sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat, khususnya para nelayan dan pengguna jasa pelabuhan.
(jbr/fas)





