Ekonom Wanti-Wanti Tekanan Pasar Berlanjut Usai Pejabat BEI dan OJK Mundur, Sorot Nilai Tukar Rupiah

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita
Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat (1/3/2024). (Sumber: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif sekaligus pendiri Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira memperingatkan potensi tekanan lanjutan di pasar keuangan, khususnya pada awal pekan, menyusul rangkaian pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) dan empat pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Bhima menyampaikan demikian merujuk pada pernyataan Menteri Koordinator Purbaya Yudhi Sadewa yang menyebut adanya kesalahan fatal terkait tindak lanjut masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).

Menurut Bhima, faktor tersebut turut mendorong langkah pengunduran diri Dirut BEI setelah IHS terkoreksi tajam dalam dua hari berturut-turut.

Baca Juga: Dirut BEI Iman Rachman Mundur Usai Gejolak IHSG Dua Hari Terakhir

Dua indikator utama, lanjut dia, yang akan menjadi perhatian pasar pada awal pekan adalah pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia dan nilai tukar rupiah.

"Yang kita akan lihat Senin ya, karena hari pembukaan perdagangan di bursa saham kemudian rupiah juga pergerakannya akan terlihat pada hari Senin," ujar Bhima dalam Breaking News KompasTV, Jumat (30/1/2026).

Ia menilai, meskipun janji perbaikan kepada MSCI baru bulan Mei, dalam jangka pendek pelaku pasar cenderung memandang situasi tersebut belum membaik. Bahkan, tekanan di sektor keuangan dinilai masih berpotensi meningkat.

"Sementara respons dari pelaku pasar itu pastinya akan melihat bahwa situasinya bisa dikatakan kurang membaik dalam waktu dekat dan bahkan tekanan-tekanan itu masih akan meningkat,” kata Bhima.

Menurut dia, rangkaian pengunduran diri pejabat BEI dan OJK ini mengirimkan sinyal bahwa kondisi ekonomi sedang tidak baik, sehingga diperlukan langkah-langkah kebijakan yang lebih serius.

Salah satu langkah yang direkomendasikan Bhima adalah meninjau ulang regulasi yang memungkinkan perusahaan asuransi menempatkan hingga 20 persen dana pada saham. 

Menurut dia, kebijakan tersebut berisiko mendorong perilaku spekulatif dan berpotensi mengulang kasus seperti Asabri.

Baca Juga: Menkeu Purbaya: Mundurnya Dirut BEI Sinyal Positif bagi Pasar

“Salah satunya adalah mencabut regulasi bahwa asuransi itu bisa 20 persen penempatan di pasar saham,” ujarnya.

Penulis : Rizky L Pratama Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • pejabat OJK mundur
  • pejabat BEI mundur
  • rupiah
  • IHSG
  • Bhima Yudhistira
  • CELIOS
Selengkapnya


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kronologi Mayat Balita Ditemukan dalam Karung di Cilacap, Sempat Hilang saat Bermain
• 7 jam lalurctiplus.com
thumb
BMKG Ungkap Puncak Musim Hujan Jabodetabek, Warga Diminta Tetap Waspada
• 8 jam lalumerahputih.com
thumb
Dubes UEA Temui Jokowi di Solo, Bahas Persahabatan dan Kerja Sama Kesehatan
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Arti Balik Mimpi Dapat Uang Banyak, Simbol Keberuntungan atau Refleksi diri? Ini Tafsir yang Jarang Disadari
• 2 jam lalugrid.id
thumb
Ambisi PSI Bangun Kandang Gajah di Basis Partai Lain, dari Jawa Tengah hingga Sulawesi
• 11 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.