MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa musim hujan di wilayah Jabodetabek telah memasuki puncaknya pada Januari hingga Februari 2026. Musim hujan sendiri tercatat mulai berlangsung sejak Oktober 2025.
Pelaksana Tugas (Plt) Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdani mengatakan, puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada rentang waktu tersebut.
“Puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Januari hingga Februari 2026,” kata Andri, Jumat (30/1).
Baca juga:
Banjir Jakarta dan Modifikasi Cuaca, Pramono: Ada yang Senang, Ada yang Tidak
Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi, baik selama puncak musim hujan maupun pada periode peralihan musim.
Andri menjelaskan, memasuki periode Maret hingga Mei 2026, wilayah Jabodetabek secara bertahap akan memasuki masa transisi musim.
Baca juga:
Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jakarta, Gubernur Pramono Perpanjang PJJ dan WFH hingga 1 Februari 2026
Pada fase ini, dinamika atmosfer masih tergolong aktif dan berpotensi memicu hujan lebat berdurasi singkat, angin kencang, hingga berbagai bentuk cuaca ekstrem lainnya.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, khususnya hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang.
“Dan terus memantau informasi cuaca terkini dari BMKG,” tutup Andri. (Asp)




