ISIS mengeklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan di bandara di Niamey, Niger. Keterangan itu disampaikan pada Jumat (30/1) dikutip dari Reuters.
Pemerintah Niger mengatakan, dalam sebuah pernyataan para penyerang tiba dengan sepeda motor. Mereka langsung dipukul mundur oleh pasukan keamanan.
Empat tentara terluka dalam pertempuran tersebut. Beberapa pesawat sipil rusak.
ISIS menggambarkan serangan itu sebagai "serangan mendadak dan terkoordinasi" yang menimbulkan "kerusakan signifikan". Namun, tidak mendetailkan kondisinya.
Kelompok afiliasi ISIS di wilayah tersebut telah dikaitkan dengan serangan-serangan besar di Niger dalam beberapa bulan terakhir. Total 120 orang tewas dalam serangan yang menargetkan wilayah Tillaberi pada September dan menculik seorang pilot Amerika pada Oktober.





