Liputan6.com, Jakarta - Petugas haji yang tergabung dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 telah selesai, Jumat (30/1/2026).
Sebanyak 1.636 petugas haji mengikuti diklat tersebut, dengan 1.622 petugas tercatat aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Tercatat ada enam peserta berhalangan karena sakit dan delapan peserta karena alasan tertentu.
Advertisement
"Dengan jumlah jemaah terbesar di dunia, penyelenggaraan haji menuntut tata kelola yang tertib, serta petugas yang berorientasi penuh pada pelayanan," kata Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf saat memberi arahan dalam upacara penutupan di Lapangan Galaxy, Makodau I Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Dia berpesan, petugas PPIH harus sigap, disiplin, dan bertanggung jawab dalam memberi pelayanan pada jemaah. Disiplin dan kesadaran dalam bertindak menjadi fondasi utama agar pelayanan berjalan dengan integritas dan tidak kehilangan nilai pengabdian.
"Tanpa disiplin, pelayanan akan kehilangan ruhnya. Hadirkan negara secara nyata melalui pelayanan prima. Setiap pelayanan yang diberikan pada jemaah adalah wajah negara," ungkap Irfan.
Dia juga mengingatkan pentingnya para petugas haji menjaga etika, integritas, dan komitmen menjaga nama baik Indonesia di mata dunia, mengingat penyelenggaraan ibadah haji di Arab Saudi akan diikuti jemaah dan petugas dari seluruh dunia.



