jpnn.com, JAKARTA - Wong Hang Bersaudara (WHB) bersama PT Akarsa Garment Indonesia resmi meluncurkan inisiatif sosial bertajuk WHB Academy.
Peluncuran tersebut kelanjutan dari semangat kampanye sosial #MenjahitHarapanKembali yang telah berjalan sebelumnya.
BACA JUGA: Total Anggaran Penanganan Bencana Sumatra Rp 74 Triliun
Program tersebut sebelumnya dirancang sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana di Tanah Air.
Namun, kini, WHB Academy bergerak menjadi gerakan nyata dalam pemberdayaan tenaga kerja lokal yang memadukan nilai kemanusiaan dengan keberlanjutan industri.
BACA JUGA: Prabowo Cabut Izin Usaha 28 Perusahaan Buntut Bencana Sumatra
Melalui program ini, ratusan tenaga kerja lokal di kawasan industri PT Akarsa Garment Indonesia direkrut untuk bergabung.
Para pekerja tersebut mendapatkan pelatihan keterampilan menjahit intensif atau upskilling.
BACA JUGA: Habitat for Humanity Indonesia Salurkan Shelter Kits untuk Korban Bencana Sumatra
Pelatihan tersebut dirancang khusus untuk meningkatkan kompetensi para peserta menuju level profesional.
Dalam prosesnya, para peserta tidak hanya mempelajari teknik produksi tekstil dan penjahitan modern secara teknis.
Pihak penyelenggara juga membimbing para peserta agar memahami pentingnya kualitas dan ketepatan kerja dalam setiap proses produksi.
Selain itu, mereka ditekankan untuk memiliki tanggung jawab sosial dari setiap produk yang dihasilkan.
Hasil dari pelatihan intensif ini akan diwujudkan dalam bentuk produksi ribuan kaos berkualitas tinggi.
Produk-produk tersebut nantinya akan dikirimkan sebagai bentuk dukungan nyata bagi para korban bencana di wilayah Sumatra.
Melalui inisiatif ini, setiap potongan kain dan jahitan yang dihasilkan bukan hanya dipandang sebagai hasil kerja tangan semata.
Produksi ini menjadi simbol kepedulian dan harapan baru bagi sesama yang sedang tertimpa musibah.
Direktur Wong Hang Bersaudara Stephen Wongso menjelaskan esensi utama dari gerakan #MenjahitHarapanKembali semata untuk membangun siklus kebaikan.
"Kami ingin para pekerja tidak hanya mendapatkan nafkah, tetapi juga merasakan kebanggaan bahwa tangan mereka menjahit harapan untuk saudara-saudara kita di Sumatera," ujar Stephen Wongso, dikutip Jumat (30/1).
Dia juga menekankan kualitas produk yang dihasilkan para pekerja menjadi prioritas utama dalam program pemberdayaan ini.
"Kaus ini bukan barang sisa. Ini adalah produk yang lahir dari peningkatan keterampilan dan semangat gotong royong yang bermartabat,” tuturnya.
Inisiatif ini berupaya mengubah paradigma bisnis bukan semata mengejar profit, tetapi berperan dalam menjahit dampak positif bagi bangsa.
Selain memberikan manfaat langsung bagi penerima bantuan, program ini juga membuka peluang kerja baru bagi masyarakat.
Hal ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem ekonomi lokal, terutama di sekitar wilayah operasi PT Akarsa Garment Indonesia. (mcr31/jpnn)
Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:
BACA ARTIKEL LAINNYA... Terungkap yang Melaporkan Sudewo kepada KPK
Redaktur : Rah Mahatma Sakti
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah




