Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonomi Taiwan mencatat pertumbuhan impresif sepanjang 2025. Produk domestik bruto (PDB) negeri tersebut tumbuh 8,6%, menjadi laju tercepat dalam 15 tahun terakhir, didorong kuat oleh lonjakan ekspor teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Data resmi pemerintah Taiwan yang dirilis Jumat (30/1/2026) menunjukkan pertumbuhan ekonomi tahun lalu jauh melampaui capaian 2024 yang sebesar 5,3%, sekaligus lebih tinggi dari proyeksi pemerintah sebelumnya di level 7,4%.
"Pertumbuhan ekonomi tahun lalu didorong terutama oleh permintaan global yang sangat kuat terhadap produk teknologi terkait AI," ujar perwakilan Direktorat Jenderal Anggaran, Akuntansi, dan Statistik (DGBAS) Taiwan dalam keterangan resminya, seperti dikutip AFP.
- Kenaikan Harga Emas "Makan Korban" di Vietnam
- Potret New York Membeku, Suhu Minus 50 Derajat-Lautan Jadi Es
- Media Asing Sorot Dirut BEI Mundur, Sebut Ini
- Wow! Tetangga RI Tolak Gabung 'Board of Peace' Gaza Buatan Trump
Taiwan menjadi salah satu penerima manfaat terbesar dari gelombang investasi global di sektor AI. Sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat (AS) seperti Nvidia dan Apple mengucurkan investasi besar ke rantai pasok teknologi Taiwan, terutama pada sektor semikonduktor, server, dan pusat data.
Sebagai pemain utama industri chip dunia, Taiwan memiliki peran krusial dalam penyediaan semikonduktor yang menjadi tulang punggung teknologi AI. Chip buatan Taiwan digunakan secara luas, mulai dari ponsel pintar, pusat data, hingga kendaraan listrik.
Sektor teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yang mencakup industri semikonduktor, tercatat menjadi motor utama perekonomian Taiwan sepanjang 2025.
Meski demikian, pemerintah memperkirakan laju pertumbuhan ekonomi akan kembali melambat.
"Setelah pertumbuhan yang sangat kuat pada 2025, ekonomi Taiwan diproyeksikan tumbuh sekitar 3,5% pada tahun berikutnya seiring normalisasi permintaan global," lanjut pernyataan resmi tersebut.
(sef/sef)



