Jakarta (ANTARA) - Kepolisian mengarahkan manajemen dan warga mediasi terkait tempat hiburan malam "Party Station" di Hotel Kartika One, Kampung Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
"Mungkin tadi sudah mendengar (penolakan Party Station), mungkin nanti bisa mediasi dari pihak manajemen dan warga memang harus duduk bareng," kata Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Nurma mengatakan pihaknya sudah bersiaga untuk mengamankan demonstrasi pada malam hari tepatnya jam buka operasi Party Station.
Sementara, warga Kampung Sawah, mengancam akan kembali menggelar aksi demo yang lebih besar jika tidak segera menutup Party Station Kartika One Hotel.
Hal ini diungkapkan, Wakil Ketua RW 02 Kampung Sawah, Achmad Fauzi mengatakan warga turun malam ini karena mengetahui bahwa kampung lahirnya sudah dijadikan sebagai tempat maksiat.
"Setelah tahu dibuka Party Station diduga menjadi tempat maksiat yaitu seperti tempat menjual minuman keras, dan juga laki-laki perempuan berkumpul yang merupakan bukan muhrimnya sangat dilarang sama agama Islam," ucap Fauzi.
Terlebih, mendekati bulan suci Ramadhan, lanjut Fauzi, dimana majelis taklim harusnya melakukan doa ini malah terganggu dengan adanya tempat maksiat tentu jelas warga menolak penuh.
"Kalau bisa tutup. Jika tidak warga tidak akan segan-segan untuk besok turun melakukan aksi unjuk rasa lagi," ucapnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pukul 10.20 WIB terpantau warga dengan jumlah sekitar 300 orang dari 13 RT mulai membubarkan diri.
Kini, lalu lintas di Jalan Lenteng Agung sudah kembali normal kembali dan lalu lintas kendaraan dari arah Jakarta menuju Depok ramai lancar.
Baca juga: Camat Cakung fasilitasi warga Kampung Sawah Indah untuk mekarkan RT/RW
Baca juga: Pertama kali, warga Bojong Kemang Bogor gelar tradisi Lebaran Ketupat
Baca juga: BPIP apresiasi Kampung Sawah sebagai percontohan Kampung Pancasila
"Mungkin tadi sudah mendengar (penolakan Party Station), mungkin nanti bisa mediasi dari pihak manajemen dan warga memang harus duduk bareng," kata Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma kepada wartawan di Jakarta, Jumat.
Nurma mengatakan pihaknya sudah bersiaga untuk mengamankan demonstrasi pada malam hari tepatnya jam buka operasi Party Station.
Sementara, warga Kampung Sawah, mengancam akan kembali menggelar aksi demo yang lebih besar jika tidak segera menutup Party Station Kartika One Hotel.
Hal ini diungkapkan, Wakil Ketua RW 02 Kampung Sawah, Achmad Fauzi mengatakan warga turun malam ini karena mengetahui bahwa kampung lahirnya sudah dijadikan sebagai tempat maksiat.
"Setelah tahu dibuka Party Station diduga menjadi tempat maksiat yaitu seperti tempat menjual minuman keras, dan juga laki-laki perempuan berkumpul yang merupakan bukan muhrimnya sangat dilarang sama agama Islam," ucap Fauzi.
Terlebih, mendekati bulan suci Ramadhan, lanjut Fauzi, dimana majelis taklim harusnya melakukan doa ini malah terganggu dengan adanya tempat maksiat tentu jelas warga menolak penuh.
"Kalau bisa tutup. Jika tidak warga tidak akan segan-segan untuk besok turun melakukan aksi unjuk rasa lagi," ucapnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, pukul 10.20 WIB terpantau warga dengan jumlah sekitar 300 orang dari 13 RT mulai membubarkan diri.
Kini, lalu lintas di Jalan Lenteng Agung sudah kembali normal kembali dan lalu lintas kendaraan dari arah Jakarta menuju Depok ramai lancar.
Baca juga: Camat Cakung fasilitasi warga Kampung Sawah Indah untuk mekarkan RT/RW
Baca juga: Pertama kali, warga Bojong Kemang Bogor gelar tradisi Lebaran Ketupat
Baca juga: BPIP apresiasi Kampung Sawah sebagai percontohan Kampung Pancasila




