Jakarta: Carlos Alcaraz melaju ke final pertamanya di Australian Open dengan cara yang dramatis ketika ia mengatasi masalah fisik dan bangkit dari ambang kekalahan untuk mengamankan kemenangan semifinal maraton melawan Alexander Zverev, Jumat.
Melansir Antara, petenis nomor 1 dunia Alcaraz mengalahkan Zverev peringkat tiga dunia dengan skor 6-4, 7-6(5), 6-7(3), 6-7(4), dan 7-5. Pertandingan berlangsung menegangkan selama lima jam 27 menit di Rod Laver Arena, sekaligus semifinal terpanjang dalam sejarah Australian Open.
"Saya selalu mengatakan harus percaya pada diri sendiri, tidak peduli apakah sedang berjuang atau apa pun yang telah Anda lalui," kata Alcaraz dikutip dari Antara, Jumat, 30 Januari 2026.
Alcaraz mengaku kesulitan pada set ketiga. Ia mengakui pertandingan ini jadi yang paling melelahkan selama kariernya.
"Saya pernah berada dalam situasi seperti ini dan saya tahu apa yang harus saya lakukan. Saya harus mencurahkan hati saya ke dalam pertandingan. Saya pikir saya melakukannya dan saya berjuang sampai bola terakhir," ujar petenis berusia 22 tahun itu.
"Saya tahu saya akan memiliki peluang. Saya sangat bangga pada diri saya sendiri dengan cara saya berjuang dan bangkit kembali di set kelima," tambah Alcaraz.
Baca Juga :
Janice Tjen Bikin Kejutan di Australian Open, Tumbangkan UnggulanIa akan menghadapi Jannik Sinner atau Novak Djokovic pada Minggu, 1 Februari 2026 untuk memperebutkan trofi. Dengan kemenangannya, Alcaraz selangkah lagi menjadi petenis putra termuda yang menyelesaikan career Grand Slam, memenangi gelar di keempat turnamen Grand Slam.
Namun, yang menghalangi Alcaraz untuk mencapai sejarah tersebut adalah pertarungan sengit melawan salah satu rival terbesarnya. Petenis Nomor 2 dunia Sinner adalah juara bertahan dua kali di Melbourne Park, sementara Djokovic adalah pemegang rekor 10 gelar Australian Open.
"Saya sangat senang bisa bermain di final pertama saya di Melbourne," kata Alcaraz.
Australian open. Istimewa.
Alcaraz, yang belum kehilangan satu set pun dalam lima pertandingan pembukaannya di Melbourne, tampak akan mempertahankan catatan sempurnanya itu setelah unggul dua set melawan Zverev. Unggulan teratas itu tampil luar biasa ketika ia bangkit dari ketertinggalan 2-5 untuk merebut set kedua.
Namun, drama sesungguhnya dimulai pada kedudukan 4-4, 15/15 di set ketiga. Alcaraz tampak mengalami cedera pada bagian atas kaki kanannya saat melakukan servis pada kedudukan 4-4 di set ketiga.
Alcaraz dua kali menerima perawatan dari fisioterapis turnamen, dan ia tidak mampu menghentikan Zverev untuk bangkit. Pendekatan Alcaraz untuk bermain agresif memperpendek reli tampaknya tidak cukup. Zverev mematahkan servis lawannya itu di gim pembuka set penentu, dan memimpin pertandingan pada kedudukan 5-4.
Kemudian terjadilah comeback Alcaraz. Ia bergerak bebas lagi, memenangi empat gim berturut-turut untuk mengejutkan Zverev, dan menjadi petenis termuda yang mencapai final di keempat Grand Slam.
Menurut statistik ATP, Alcaraz memenangi 78 persen (35/45) poin di net dalam kemenangan epiknya. Ia kini memiliki catatan 15-1 di set kelima, sementara ia juga unggul 7-6 dalam head to head melawan Zverev.
Sementara itu, kekalahan menyakitkan pada semifinal membuat Zverev masih mengejar gelar Grand Slam pertamanya.




