Viral Penjual Es Gabus Dituduh Dagangannya Pakai Spons, Dedi Mulyadi Buru-buru Temui sampai Beri Bantuan Rp 15 Juta

grid.id
4 jam lalu
Cover Berita

Grid.IDPenjual es gabus dituduh dagangannya pakai spons. Dedi Mulyadi langsung buru-buru temui sampai beri bantuan Rp 15 juta.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut menyoroti kasus penjual es asal Bogor yang viral dituduh dagangannya mengandung spons. Merespons kejadian yang dialami penjual es bernama Suderajat itu, Dedi Mulyadi memberikan bantuan Rp 15 juta.

Terbaru, Penjual es gabus dituduh dagangannya pakai spons kini viral di sosial media. Dedi Mulyadi buru-buru temui sampai beri bantuan Rp 15 juta.

Hal tersebut terungkap dalam tayangan terbaru Dedi Mulyadi di kanal YouTube miliknya. Sebelum menyalurkan bantuan, Dedi Mulyadi terlebih dahulu menelusuri kronologi kasus Suderajat yang sempat dituding menjual es gabus yang mengandung spons.

Dedi Mulyadi juga menggali latar belakang kehidupan serta kondisi ekonomi Suderajat, yang sehari-hari hanya menggantungkan penghasilan dari berjualan es gabus. Gubernur yang akrab disapa KDM itu pun mendengar kisah pilu dari Suderajat.

Kepada Dedi, Suderajat mengaku sudah empat hari tidak berjualan dan kebingungan untuk membayar biaya kontrakan rumahnya. Ia juga menyebut masih memiliki tunggakan kontrakan bulan sebelumnya, dengan biaya sewa per bulan sebesar Rp850.000.

Ia mengaku kondisi ekonominya sedang terpuruk karena dagangannya sepi pembeli saat musim hujan. Di sisi lain, ia tetap harus menanggung biaya kontrakan serta kebutuhan pendidikan anak-anaknya.

Diketahui, Suderajat memiliki lima orang anak, dengan salah satunya masih duduk di bangku sekolah dasar (SD). Meski bersekolah di SD Negeri, Suderajat menyampaikan bahwa anaknya tersebut tetap dikenakan biaya sekolah.

Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi merasa heran dan menegaskan bahwa pendidikan di tingkat SD seharusnya tidak dipungut biaya. Setelah mendengar seluruh cerita tersebut, Dedi Mulyadi pun memberikan bantuan kepada Suderajat.

Walaupun sebelumnya penjual es tersebut telah menerima bantuan berupa uang tunai dan sepeda motor dari Kapolsek Depok, Dedi tetap memberikan bantuan tambahan untuk membantu meringankan beban hidup Suderajat. Bantuan yang diberikan berupa uang tunai sebesar Rp15 juta.

Dana tersebut dialokasikan untuk melunasi utang dan membayar kontrakan rumah Suderajat selama satu tahun dengan total Rp9,6 juta. Karena merasa khawatir, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembayaran kontrakan akan ia lakukan sendiri secara langsung.

 

“Aku langsung bayarin kontrakannya sama saya, takut gak dibayarin,” ujar Dedi Mulyadi.

Sisa dana akan digunakan untuk melunasi tunggakan biaya sekolah anaknya. Selain itu, Dedi Mulyadi juga menyerahkan uang tunai sebesar Rp5 juta secara langsung untuk melunasi utang beras di warung, memenuhi kebutuhan harian, serta sebagai modal usaha.

Mengingat penjualan es gabus sepi saat musim hujan, Dedi Mulyadi pun menyarankan Suderajat untuk sementara waktu beralih berjualan telur gulung.

Sebelumnya, sosok Suderajat, penjual es keliling asal Bogor, sempat viral dan menjadi perhatian luas publik setelah terseret kasus tudingan dari aparat. Ia sempat dituduh menjual es yang mengandung spons.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan, dagangannya dinyatakan aman dan layak untuk dikonsumsi. Dalam peristiwa tersebut, Suderajat tidak hanya dituduh, tetapi juga mengalami perlakuan yang memalukan hingga kekerasan fisik.

Tak berselang lama setelah kasus itu ramai diperbincangkan, dua aparat yang menuduhnya akhirnya menyampaikan permintaan maaf dan mengakui adanya kekeliruan. Sejak saat itu, Suderajat justru menjadi sorotan masyarakat dan memperoleh simpati luas atas perlakuan yang ia terima.

Di balik kasus tudingan tersebut, terungkap pula kisah hidup Suderajat yang menyentuh. Diketahui, ia telah berjualan es selama kurang lebih 30 tahun, namun kondisi ekonomi keluarganya masih jauh dari kata sejahtera.

Bahkan, empat dari anak-anaknya terpaksa putus sekolah karena keterbatasan biaya. Suderajat merupakan warga Desa Rawa Panjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Di lingkungan tempat tinggalnya, ia akrab dipanggil Jajat. Dalam kesehariannya, Suderajat mencari nafkah dengan berjualan es secara keliling.

Ia tidak hanya berjualan di wilayah Bogor, tetapi juga menjajakan dagangannya hingga ke Depok dan Jakarta. Seluruh usaha tersebut ia lakukan demi mencukupi kebutuhan hidup istri dan kelima anaknya. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
KPK Sebut Pemerasan Pengurusan RPTKA Sudah Terjadi Sejak Hanif Dhakiri Jabat Menaker
• 12 jam lalusuara.com
thumb
Kabur dari RS Saat Operasi, Gembong Curanmor Pringsewu Diburu Polisi
• 58 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Haru Istri Hogi usai Kasus Suaminya Dihentikan: Terima Kasih, Kami Dapat Keadilan
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Foto: Italia Selatan Dilanda Longsor Raksasa, 1.500 Warga Dievakuasi
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Jejak Pengingat Bencana Cisarua
• 16 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.