REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Seorang pria bernama Djufri (43) tewas tersengat listrik saat mengecat atap pada sebuah bangunan bertingkat di Pondok Hana, Jalan Bung Permai, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, pada Jumat.
"Korban berada di atas atap, diduga menyentuh kabel listrik yang tidak terbungkus dengan baik, lalu tersengat listrik dan langsung terkapar di atas atap pondok," ujar Kapolsek Tamalanrea Kompol Muhammad Yusuf.
Djufri, yang sehari-harinya bekerja sebagai montir, mengalami kondisi kritis setelah tersengat listrik. Ia sempat dievakuasi oleh tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Makassar ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Daya, namun kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Pihak kepolisian tengah menyelidiki apakah ada unsur kelalaian dari pihak pemilik pondok atau kecerobohan dari korban yang tidak memeriksa kondisi area saat melakukan pekerjaan tersebut.
Menurut keterangan saksi, Akbar, yang merupakan rekan korban, Djufri datang ke pondok untuk menyelesaikan pekerjaan pengecatan. Saat mengecat bagian atap, ia tidak sengaja menyentuh kabel listrik yang terbuka, menyebabkan ia terpental di sekitar atap rumah. Melihat kejadian ini, Akbar segera menghubungi pemilik pondok, Hanna, yang kemudian mengontak Bhabinkamtibmas Polsek Tamalanrea untuk penanganan lebih lanjut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Ismail Abdullah, Kepala Bidang Penyelamatan Damkarmat Makassar, menjelaskan bahwa evakuasi sempat terhambat karena posisi korban berada di atap lantai tiga dan kondisi angin cukup kencang. "Alhamdulillah, tim bisa melakukan evakuasi secara maksimal melalui ditandu. Kita ikat korbannya dan segera dibawa ke Rumah Sakit Daya untuk dilakukan pertolongan penyelamatan," ujarnya.
Proses evakuasi dilakukan dengan hati-hati meskipun arus listrik telah dimatikan sepenuhnya di pondok tersebut. "Cuaca tadi mendukung, dan proses evakuasi bisa kita laksanakan dengan baik. Sekiranya mungkin cuaca tidak mendukung atau hujan, kita juga takut, karena ini listrik bisa saja anggota kesetrum," tambah Ismail.
Tim evakuasi yang terdiri dari lima orang, dibantu tim medis puskesmas setempat dan pihak RSUD Daya, telah menyiapkan ambulans untuk membawa korban ke rumah sakit. Namun, takdir berkata lain, Djufri tidak dapat diselamatkan.