jpnn.com, JAKARTA - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melakukan peninjauan langsung lokasi bencana banjir sekaligus penanganannya di Kabupaten Purbalingga, Jumat, 30 Januari 2026.
Sebab, banjir dan tanah longsor terjadi pada 23 Januari 2026 sekira pukul 22.00 WIB itu berdampak pada empat desa di dua kecamatan, meliputu Desa Sangkanayu dan Desa Lambur di Kecamatan Mrebet, kemudian Desa Kutabawa dan Desa Serang di Kecamatan Karangreja.
BACA JUGA: Gubernur Ahmad Luthfi Lantik 1.049 Pejabat: Sistem Merit Tak Bisa Direkayasa
Luthfi dalam kunjungannya, meninjau beberapa titik. Mulai dari Posko Balai Desa Serang sekaligus melakukan rapat percepatan penanganan bencana dengan seluruh stakeholder.
Selanjutnya, di Villa Serang yang menjadi salah satu tempat pengungsian warga. Di sana ia berdialog dengan warga serta menghibur dan bercanda dengan anak-anak.
BACA JUGA: Memperkuat Konektivitas Wilayah Kepulauan, Gubernur Ahmad Luthfi Resmikan Bus Damri Karimunjawa
Setelah itu, Luthfi juga meninjau lokasi bencana banjir dan longsor di Dusun Gunungmalang yang kemudian dilanjutkan mengecek lokasi bencana Dusun Kaliurip. Selanjutnya ditutup meninjau dapur umum yang didirikan oleh Brimob.
Di sela kunjungannya itu, Luthfi juga menyerahkan sejumlah bantuan secara simbolis dengan nilai total mencapai hampir Rp 700 juta.
Bantuan tersebut terdiri atas berbagai macam kebutuhan masyarakat seperti permakanan, mainan anak-anak, pakaian, bantuan perumahan, dan lainnya.
Luthfi mengatakan, sejak ditetapkan status tanggap darurat bencana, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait di Provinsi Jawa Tengah sudah melakukan upaya-upaya penanganan di lokasi bencana tersebut.
“Hari ini kami ingin pastikan semua kebutuhan masyarakat paripurna," katanya disela kunjungan.
Dia membeberkan ada ratusan rumah yang akan dilakukan relokasi. Lokasi Huntara (hunian sementara) dan huntap (hunian tetap) saat ini sedang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten Purbalingga.
Pembangunan akan dilakukan bersama Pemprov Jateng dan Kementerian terkait.
“Ini tidak gampang, jadi perlu ada sosialisasi dan pendekatan. Mengatasi bencana tidak hanya masyarakat dikasih bantuan dapur umum, tetapi paling penting adalah ke depan masyarakat itu kembalu bangkit," paparnya.
Terkait jembatan yang putus dan menutup akses ke beberapa wilayah, Luthfi sudah berkoordinasi dengan instansi terkait seperti TNI dan Polri.
Dia siap pengerahan jembatan sementara sampai menyiapkan program perbaikan dan pembangunan jembatan.
“Kita prioritaskan jembatan yang menyambungkan wilayah ekonomi dan hajat hidup orang banyak," katanya.
Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif mengatakan atensi dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi sudah diberikan sejak bencana tersebut terjadi. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng sudah diinstruksikan oleh Ahmad Luthfi untuk memberikan dukungan penanganan secara cepat bersama stakeholder terkait lainnya.
“Support dari Pemerintah Provinsi sudah ada sejak hari pertama. Gubernur Ahmad Luthfi juga selalu memantau dan memberikan bantuan kepada pengungsi. Banyak support (dukungan) dari Pemprov Jateng untuk perbaikan infrastruktur," kata Fahmi saat mendampingi Ahmad Luthfi mengecek tindak lanjut penanangan dan lokasi bencana di Desa Serang.
Saat ini ada tiga kebutuhan urgen yang dibutuhkan. Di antaranya hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap), perbaikan beberapa jembatan yang terputus diterjang banjir dan material longsoran serta saluran air bersih.
"(Lokasi) Huntara dan huntap sedang kami koordinasikan dengan kepala desa, sedang kami cari dan hitung kebutuhannya berapa," ujarnya.(jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari

/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fimages%2F2025%2F10%2F24%2Ff30cd6f880d0322908fba1ba0e194df5-20251022YGA09.jpg)

