Percepat Naik Kelas, Apindo Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Perusahaan Besar

idxchannel.com
9 jam lalu
Cover Berita

Selama ini UMKM kerap didorong untuk menembus pasar ekspor.

Percepat Naik Kelas, Apindo Dorong UMKM Masuk Rantai Pasok Perusahaan Besar. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Shinta W. Kamdani menilai integrasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke dalam rantai pasok perusahaan besar menjadi langkah paling cepat dan realistis untuk mendorong UMKM naik kelas.

Shinta menjelaskan, selama ini UMKM kerap didorong untuk menembus pasar ekspor. Namun, menurut dia, proses ekspor bukanlah hal yang mudah bagi pelaku UMKM, baik dari sisi kesiapan produk, perizinan, hingga akses pasar.

Baca Juga:
Soal WFA di Akhir Tahun, Apindo: Tidak Semua Pekerjaan Bisa Terapkan

"Yang paling cepat adalah masuk ke supply chain perusahaan besar, itu nomor satu. Itu akan mempercepat prosesnya," kata Shinta dalam acara Economic Insight 2026 yang digelar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (30/1/2026).

Terkait hal tersebut, dia mengakui masih terdapat tantangan besar agar UMKM dapat terhubung dengan rantai pasok korporasi. Padahal, jika UMKM berhasil masuk ke ekosistem perusahaan besar, proses peningkatan kapasitas usaha akan berjalan lebih cepat dan terarah.

Baca Juga:
Apindo Khawatir Formula UMP Ancam Kelangsungan Industri Padat Karya

Menurut Shinta, fokus pengembangan UMKM ke depan tidak hanya sebatas menciptakan pelaku usaha baru, tetapi memastikan UMKM yang sudah ada mampu meningkatkan skala dan kualitas usahanya.

"Target kita adalah dia naik kelas, bukan hanya menciptakan UMKM baru. Nah kemudian dari situ, kita mulai dengan semua sistemnya. Jadi kalau masuk supply chain perusahaan besar kan clear. Dia mengikuti perusahaan besar," kata Shinta.

Baca Juga:
Apindo Soroti Ongkos Bisnis Tinggi Jadi Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Dia menilai, menciptakan UMKM baru relatif mudah karena siapa pun dapat memulai usaha dari skala kecil. Namun, tantangan sesungguhnya adalah mencetak UMKM yang mampu naik kelas dan menciptakan lapangan kerja.

"Kalau penciptaan UMKM mungkin gampang, semua bisa jadi UMKM, besok kita buka usaha sendiri dari rumah juga bisa. Tapi UMKM yang bisa naik kelas, yang bisa menciptakan lapangan kerja, nah ini yang jadi kuncinya. Sehingga kalau kita bicara tentang ekosistem UMKM, itu harus ngomong end-to-end," kata dia.

Lebih lanjut, Shinta menilai pengembangan UMKM tidak bisa dilepaskan dari keseimbangan antara sisi penawaran dan permintaan. Tanpa adanya pasar yang jelas, UMKM akan kesulitan berkembang meskipun kualitas produknya baik.

"Jadi supply demand ini mesti jalan bersamaan. Kalau marketnya nggak ada, dia mau supply untuk siapa? Kalau demandnya ada dari segi ekspor, misalnya, oh ini bagus, gelasnya bagus, saya mau beli ini, seribu, dia langsung panik, gimana caranya bisa produksi seribu biji? Economic of skill-nya nggak ada, harganya tidak kompetitif. Jadi ini harus end-to-end," kata Shinta.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pejabat Otoritas Bursa dan Keuangan Mundur, Ini Kata Pengamat
• 13 jam lalumerahputih.com
thumb
Beredar Foto Reza Arap Dibekuk Polisi, Ternyata Kabar Hoaks!
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Laboratorium Kilang Balongan Pastikan Kualitas BBM Pertamina
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
Mundurnya Dirut BEI, Purbaya: Nggak Ada Dampak ke Fiskal
• 21 jam lalueranasional.com
thumb
Chelsea Terancam Terusir dari Kandang Stamford Bridge, Penyebabnya Arsenal dan Tottenham Hotspur
• 4 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.