Direktur Utama BEI Iman Rachman Mundur menjadi salah satu berita populer kumparanBISNIS sepanjang Jumat (30/1). Selain itu, kritik Menteri Keuangan Purbaya terhadap BEI. Berikut rangkuman berita populer tersebut:
Usai IHSG Trading Halt 2 Kali, Dirut BEI Iman Rachman MundurDirektur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya pada Jumat (30/1).
Keputusan ini diambil menyusul gejolak pasar yang menyebabkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penghentian perdagangan (trading halt) selama dua hari berturut-turut.
"Saya sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia dan sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin menyatakan mengundurkan diri sebagai Direktur Utama Bursa Efek Indonesia,” ujar Iman di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (30/1).
Pengunduran diri ini disampaikan bertepatan dengan pembukaan perdagangan yang menunjukkan perbaikan signifikan.
Pada pembukaan perdagangan hari itu, IHSG berhasil menguat 1,77 persen, mencapai level 8.377,92. Iman Rachman menyatakan langkah ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap situasi pasar modal yang terjadi sebelumnya.
Ia juga menyampaikan harapan agar pengunduran dirinya dapat berdampak positif dan membawa pemulihan berkelanjutan bagi pasar modal Indonesia.
Terkait proses transisi kepemimpinan, Iman menegaskan bahwa seluruh mekanisme akan dijalankan sesuai dengan ketentuan internal BEI, termasuk penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) hingga Direktur Utama definitif yang baru ditunjuk.
Purbaya Sebut Kesalahan BEI FatalMenteri Keuangan, Purbaya, menyambut positif pengunduran diri Iman Rachman sebagai Direktur Utama BEI, menilai langkah tersebut sebagai bentuk tanggung jawab atas anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berujung pada penghentian perdagangan.
"Karena dia, kan, tidak nge-follow up masukan atau pertanyaan dari MSCI. Itu kesalahan dia yang fatal di situ, sehingga kita mengalami koreksi yang dalam kemarin, yang kalau enggak cepat dibetulin, kan, bisa mengganggu yang lain-lain," kata Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1).
Menurut Purbaya, terdapat kesalahan fatal dari pihak BEI yang tidak menindaklanjuti masukan atau pertanyaan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI).
Kegagalan tersebut menjadi pemicu rontoknya IHSG hingga 8 persen dan pembekuan sementara rebalancing indeks di pasar saham Indonesia oleh MSCI. MSCI menghentikan perubahan indeks, termasuk dari peninjauan indeks maupun aksi korporasi, hingga otoritas menjamin mekanisme free float saham di Tanah Air. Situasi ini dinilai Purbaya dapat mengganggu stabilitas ekonomi jika tidak segera dibenahi.
Lebih lanjut, Purbaya menjelaskan upaya pemerintah dalam perbaikan fundamental ekonomi, termasuk rotasi pegawai di Bea Cukai dan Pajak, serta komunikasi erat dengan bank sentral. Target pertumbuhan ekonomi nasional diupayakan mencapai 6 persen tahun ini, didukung oleh likuiditas pasar yang memadai.





