Bisnis.com, BATAM – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) hingga akhir 2025 telah mencapai Rp1,6 triliun yang disalurkan kepada 21.433 pelaku UMKM.
Dari total tersebut, Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Yuni Moraza menyebutkan Kota Batam menjadi daerah dengan penyaluran KUR terbesar di Kepri, yakni sebesar Rp940 miliar kepada 10.318 UMKM.
“Ini menjadikan Batam sebagai daerah dengan penyaluran KUR tertinggi di Kepri. Kami berharap ke depan akan ada proyek percontohan di kawasan Jodoh hingga jalan sepanjang 4,7 kilometer menuju pelabuhan yang dapat mendorong peningkatan penyaluran KUR,” ujar Helvi di Batam belum lama ini.
Untuk memperkuat sektor UMKM, Kementerian UMKM menjalin kerja sama strategis dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Kerja sama tersebut melibatkan perbankan guna memperkuat ekosistem UMKM di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.
Helvi mengatakan kolaborasi antara Kementerian UMKM, BP Batam, dan perbankan merupakan langkah konkret dalam mendorong pertumbuhan UMKM melalui peningkatan akses permodalan, investasi, dan penguatan kapasitas usaha.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian UMKM, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan BP Batam dalam acara Batam Investment Gala.
“MoU ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem pengembangan UMKM di Batam melalui perluasan akses pembiayaan dan investasi, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, serta integrasi UMKM ke dalam rantai pasok Free Trade Zone Batam,” kata Helvi.
Kepala BP Batam Amsakar Achmad menilai sinergi dengan Kementerian UMKM menjadi momentum penting untuk menjawab persoalan klasik yang dihadapi pelaku UMKM.
“Saat menjadi Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro di Batam, saya tahu betul masalah-masalah yang dialami UMKM Batam. Yakni tata kelola dan manajemen, kualitas SDM, kemasan produk, akses permodalan, serta akses pemasaran,” kata dia.
Diaa yakin dengan kolaborasi untuk memecahkan masalah-masalah tersebut, UMKM Batam bisa tumbuh lebih kuat dan berdaya saing.
Amsakar menambahkan, sebagai pusat investasi nasional yang berhadapan langsung dengan Singapura, Batam memiliki peluang besar untuk menjadikan UMKM sebagai bagian dari rantai pasok industri dan investasi.



