Tangis Warga ke Pramono, Merasa Tersiksa Bau Busuk dari RDF Rorotan

kompas.com
11 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah seorang warga yang terdampak bau busuk dari fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jakarta Utara, menyampaikan keresahannya sambil menangis di hadapan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

Momen tersebut terjadi saat Pramono sedang menggelar sesi jumpa pers dalam peresmian Taman Kelinci Roci di Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (30/1/2026).

Menangis terdampak bau busuk RDF

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, seorang perempuan menyela sesi tanya jawab ketika wartawan sedang mengajukan pertanyaan kepada Pramono.

Baca juga: Keluh Korban Penganiayaan Pemotor Merokok, Penanganan Dinilai Lambat Sebelum Viral

Perempuan tersebut mengeluhkan bau dari RDF Rorotan yang masih dirasakan warga sekitar.

"Kemarin baunya masih sangat terasa, Pak. Saya setiap hari lewat situ, Pak," keluhnya ke Pramono.

Warga tersebut kemudian mengeluhkan sakit akibat bau menyengat dan menanggung biaya pengobatan secara mandiri.

Mendapatkan keluhan tersebut, Pramono menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bertanggung jawab mengenai masalah biaya pengobatan.

Tak puas dengan jawab Pramono, warga mendesak Pemprov DKI Jakarta segera menutup RDF Rorotan.

"Tapi kita enggak mau sakit, Pak. Kenapa harus kita sakit gitu loh kalau bisa dicegah," tutur warga tersebut.

Warga yang namanya tidak diketahui itu menangis di hadapan Pramono karena keberadan RDF Rorotan membuat kenyamanannya dan warga lainnya terganggu.

"Saya enggak mau hidup kayak gini lho Pak, beneran. Saya berjuang setengah mati Pak untuk RDF ini. Kalau memang ada korupsi, diusut aja korupsinya," ucapnya sembari mengusap air mata.

Baca juga: Tabir Kematian Lula Lahfah Terkuak, Menyisakan Cerita yang Belum Lengkap

Tak bisa tutup RDF

Menanggapi tuntutan warga yang meminta RDF Rorotan ditutup, Pramono menyatakan hal tersebut tidak mungkin dilakukan karena akan memperumit persoalan pengelolaan sampah di Jakarta.

Pramono menjelaskan RDF Rorotan dibangun sebelum masa kepemimpinannya dan penghentian operasionalnya memiliki konsekuensi besar.

"Jadi RDF ini terus terang kan dibangun bukan di era saya. Biayanya cukup tinggi. Kalau kemudian saya tutup, ini problem-nya lebih rumit lagi, enggak mungkin," jelasnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Pramono juga menyebut bahwa seluruh persoalan masyarakat tetap menjadi perhatiannya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Kasus Kematian Lula Lahfah Resmi Dihentikan Polisi, Tak Ada Peristiwa Tindak Pidana
• 8 jam lalugrid.id
thumb
Dirjen GTKPG Beber Skema Baru Pembayaran TPG 2026, 1,2 Juta Guru Siap-Siap
• 21 jam lalujpnn.com
thumb
Pengusaha Hotel RI Tak Habis Pikir, Akomodasi Ilegal Makin Menjamur
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Adu Gaji Abdulrahman Ghareeb di Al Nassr vs Al Hilal, Mana yang Tawarannya Lebih Tinggi?
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Pengamat: Pasar butuh kejelasan arah usai mundurnya petinggi OJK-BEI
• 7 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.