jpnn.com - JAKARTA - Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji Yaqut Cholil Qoumas a.k.a Gus Yaqut mengaku tidak tahu soal kuota haji yang didapatkan biro travel dan umrah PT Maktour.
"Saya tidak tahu soal itu," ujar mantan Menteri Agama itu di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (30/1).
BACA JUGA: Soal Kuota Haji Maktour, Gus Yaqut: Tidak Mungkin Itu
Saudara kandung Yahya Cholil Staquf tersebut juga mengatakan Kementerian Agama saat itu tidak memberikan kuota haji khusus kepada pemilik PT Maktour, Fuad Hasan Masyhur.
"Tidak mungkin itu," katanya.
BACA JUGA: Gus Yaqut Tersangka Korupsi Haji, Ketua PBNU Ini Mengaku Tak Terima Uang
Gus Yaqut juga menepis kabar mengenai foto viral di media sosial yang menggambarkan kedekatan dia dengan Fuad Hasan.
"Tidak ada, tidak ada,” katanya.
BACA JUGA: Kapan KPK Tahan Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji?
KPK pada Jumat (30/1) memeriksa Yaqut sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama Tahun 2023-2024.
Sementara itu, KPK juga mengeluarkan imbauan penting kepada para Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK), agar tidak ragu mengembalikan uang yang diduga berasal dari jual beli kuota haji.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan pengembalian itu dapat memulihkan aset negara dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023–2024.
"Terkait dengan asset recovery, kami juga terus mengimbau kepada para PIHK atau biro travel yang masih ragu untuk mengembalikan aset-aset ataupun uang yang diduga berasal dari jual beli kuota berangkat dari adanya diskresi pembagian kuota ini," kata Budi.
Dia menuturkan bahwa PIHK dapat menyampaikan perihal pengembalian aset negara kepada tim penyidik.
"Silakan untuk menyampaikan kepada penyidik KPK sehingga nanti pengembalian keuangan negaranya juga menjadi lebih optimum," ujarnya. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan



