Saat ”Korban” Konten Tiktok Puas dengan Durian Desa Duyung

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

Selain dikenal dengan keindahan alamnya, Kecamatan Trawas di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mempunyai desa wisata buah-buahan, salah satunya Desa Duyung. Terletak di arah barat Gunung Penanggungan, Desa Duyung telah ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Mojokerto sebagai Kampung Wisata Durian sejak 2023.

Seperti halnya desa yang berada di kawasan pegunungan, untuk menuju ke sana pengunjung  akan melewati jalanan yang menanjak juga menurun tajam.  Rumah-rumah warga desa di sana juga tidak jauh beda dengan rumah di desa-desa lainnya yang sering kali dibangun dengan menyesuaikan kontur tanah. Yang membedakannya hanyalah di depan rumah warga Desa Duyung terdapat teras tempat durian-durian hasil kebun dijual seperti terlihat pada Kamis (29/1/2026).

Bagi pencinta durian, Desa Buyung menjadi surga tersendiri. Saat hari Sabtu atau Minggu dan juga hari libur nasional, jalanan desa yang sederhana akan dipenuhi mobil-mobil pengunjung yang parkir. Pengunjung yang datang memang khusus memilih durian yang sebagian besar adalah durian lokal yang dijual dengan berbagai rentang harga. Harga yang ditawarkan mulai Rp 100.000 untuk empat buah durian, Rp 100.000 per dua buah, hingga Rp 120.000 per dua buah. Untuk garansi tidak diragukan, jika ditemukan durian yang tidak enak atau rusak akan diganti di tempat.

Salah satu warga yang berjualan durian, Neli (35), mengaku sebelumnya dia dan juga warga desa lainnya banyak yang berjualan di Jalan Jolotundo yang merupakan salah satu jalur utama wisata di Trawas. Berjualan di pinggir jalan, mutlak pembeli hanya mengandalkan para pengendara yang melintas. ”Saya dulu jualan di Jalan Jolotundo, yang memanfaatkan ramainya jalan saja, tidak punya pelanggan, sejak 2018. Durian-durian yang dijual ya durian lokal, hasil kebun warga,” ujar Neli.

Namun, menurut Neli, sejak ditetapkan sebagai Kampung Wisata Durian pada 2023, banyak warga tidak lagi jualan di pinggir Jalan Jolotundo, tetapi pindah  di teras rumah warga masing-masing.  Informasi yang disebar melalui berbagai media informasi membuat pembeli datang sendiri. Selain itu, berjualan di rumah, mereka bisa lebih leluasa berjualan sekaligus melakukan kegiatan rumah tangga, seperti mengasuh anak.

Di rumah Neli sendiri, pembeli datang silih berganti. Semuanya datang dari daerah sekitar, seperti Surabaya dan Sidoarjo. Salah satu pembeli datang dari Surabaya, Yayuk (45), Yayuk datang dengan ditemani suaminya, Budi Rahardja, yang sedang libur kerja.

Sesaat datang, Yayuk langsung membaui durian-durian yang akan dia pilih. Dia juga tidak sungkan untuk mencicipi sedikit daging durian untuk memastikan rasanya sesuai dengan seleranya. Dia juga tidak ragu-ragu menawar. Setelah pertimbangan panjang, akhirnya Yayuk dan suaminya memutuskan untuk membeli. ”Carikan yang manis ya, bu,” ujar Yayuk kepada Neli.

”Saya penggemar durian, jadi bersama suami selalu datang ke tempat-tempat penghasil durian, seperti di Wonosalam, Jombang, juga Pasrepan, Kabupaten Pasuruan. Dulu saat daerah Pasrepan viral di Tiktok dengan pasar duriannya, saya bersama suami bawa mobil ke sana. Beli berkeranjang-keranjang. Namun, hasilnya enggak bagus karena memang tidak bisa dicek,” ujar Yayuk.

”Saya korban Tiktok ini. Dari Tiktok, saya dapat info harga duriannya ada yang Rp 100.000 empat buah. Namun, saat datang, hanya dapat tiga buah,” kata Yayuk dengan nada protes setengah bercanda. ”Untuk yang Rp 100.000 empat buah sudah habis, tinggal yang tiga buah, Mbak,” jawab Neli. Yayuk pun berbelanja hingga enam buah durian. Tiga durian makan di tempat dan tiga lainnya dimasukkan ke dalam wadah plastik.

Tidak beberapa lama kemudian, Neli disibukkan dengan pembeli lainnya. Saat akan pulang, Neli menyempatkan memberikan satu durian gratis untuk dibawa pulang Yayuk dan suami. Keindahan pemandangan dan keramahan warga dan manisnya rasa durian yang dijual membuat setiap yang datang rindu berkunjung kembali. Pengunjung puas, ekonomi desa pun berputar.

 

 

  


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jelang Muktamar NU, Ulil Abshar Soroti Pentingnya Formasi Kepemimpinan PBNU
• 10 jam lalurctiplus.com
thumb
Gus Yahya di Harlah ke-100 Tahun NU: Setelah Dinamika Hebat, Tetap Bersatu
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Whip Pink di TKP Lula Lahfah Kosong, Puslabfor Toksikologi Bareskrim Polri Beberkan Kandungannya
• 23 jam laludisway.id
thumb
KPK Sita Dokumen Proyek Hingga Barang Bukti Elektronik dari Kantor Wali Kota Madiun
• 20 jam lalusuara.com
thumb
DPR Minta Perbaikan Jalan Dikebut untuk Persiapan Mudik Lebaran 2026
• 4 jam lalumerahputih.com
Berhasil disimpan.