Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menekankan rasa syukur atas terlaksananya peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1/2026).
Meski diwarnai berbagai dinamika, menurutnya Harlah ke-100 tahun NU bisa dilangsungkan dengan dihadiri para perwakilan PWNU dan PCNU seluruh Indonesia.
Advertisement
“Alhamdulillah. Bapak Ibu yang saya hormati, syukur kepada Allah SWT setelah didahului dengan hujan lebat pagi tadi, dan juga didahului dengan dinamika yang tidak kalah lebatnya, hari ini kita rayakan, kita peringati Harlah 100 tahun Masehi Nahdlatul Ulama sebagai Nahdlatul Ulama yang satu,” kata Gus Yahya.
Menurutnya, meski dinamika jelang Harlah cukup beragam, seluruh pengurus dan perwakilan NU dari berbagai wilayah tetap hadir. Hal ini, kata dia menandai soliditas dan komitmen NU terhadap visi dan idealismenya.
Gus Yahya menjelaskan, tema Harlah ke-100 tahun kali ini yakni ‘Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia’ telah ditetapkan sejak rapat gabungan PBNU pada Agustus 2025. Dia menyebut, tema tersebut mencerminkan keselarasan idealisme NU dengan visi Proklamasi terkait Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Kenapa mengawal Indonesia merdeka? Karena visi dan idealisme Nahdlatul Ulama sama dan sebangun dengan visi dan idealisme Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Apakah visi dan idealisme itu? Yaitu untuk berjuang membangun peradaban yang lebih mulia bagi seluruh umat manusia,” jelas Gus Yahya.




