Jakarta, tvOnenews.com - Gelombang pengunduran diri sejumlah aktor penting pasar modal Indonesia belakangan ini menuai perhatian publik. Namun, analis menilai fenomena tersebut sebagai bagian dari dinamika pasar yang wajar dan justru dapat menjadi momentum untuk memperkuat integritas serta kredibilitas kepemimpinan di sektor keuangan nasional.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta, menilai mundurnya sejumlah pimpinan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bukanlah sesuatu yang luar biasa dalam konteks tata kelola pasar modal.“Ini dinamika market yang wajar. Yang terpenting sekarang adalah cepat mencari pengganti,” kata Nafan saat dihubungi di Jakarta, Jumat.
Menurut Nafan, proses pergantian kepemimpinan justru dapat menjadi sarana untuk menjaga integritas, kompetensi, dan kredibilitas lembaga pasar modal. Ia menekankan bahwa figur pengganti harus memiliki rekam jejak kuat serta dapat diterima oleh pelaku pasar.
Nafan menegaskan, pasar membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya memahami dinamika global, tetapi juga memiliki pemahaman mendalam terhadap kondisi domestik. Kombinasi pengalaman internasional dan nasional dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap stabilitas pasar modal Indonesia.
Selain itu, pelaku pasar juga menantikan langkah-langkah konkret yang akan ditempuh oleh pimpinan baru, baik di BEI maupun OJK. Kebijakan yang bersifat pro-market menjadi harapan utama agar kepercayaan investor dapat segera pulih di tengah volatilitas pasar.
“Figur pengganti diharapkan memiliki integritas, kompetensi, serta kredibilitas yang kuat di mata pelaku pasar,” ujar Nafan.
OJK diminta tetap optimal awasi pasarTerkait peran OJK, Nafan mengingatkan bahwa otoritas harus tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap self regulatory organization (SRO) secara optimal, khususnya di sektor pasar keuangan dan pasar modal. Menurutnya, kesinambungan pengawasan menjadi kunci agar stabilitas sistem tetap terjaga meski terjadi pergantian pimpinan.
Ia juga menyoroti pentingnya kejelasan kepemimpinan menjelang rencana pertemuan otoritas pasar modal Indonesia dengan Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada Senin (1/2). Jika belum ada penunjukan definitif, penunjukan pimpinan sementara atau ad interim dinilai dapat menjadi solusi agar agenda strategis tetap berjalan.
.jpg)

.jpg)