Ada Tabung Whip Cream Pink di Apartemen Lula Lahfah, Polisi: Tidak Ada Unsur Pidana

tabloidbintang.com
1 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Polisi mengungkap hasil penyelidikan terkait meninggalnya Lula Lahfah, kekasih Reza Arap. Selain rekaman kamera pengawas (CCTV), polisi juga menemukan sejumlah barang bukti di apartemen Lula di kawasan Jakarta Selatan.

Salah satu temuan yang menjadi perhatian publik adalah tabung whip cream berwarna pink yang diketahui berisi gas Nitrous Oxide (N2O) atau yang kerap disebut gas tawa.

“Selain bukti CCTV, kami juga menemukan beberapa barang bukti di TKP. Seluruhnya sudah dilakukan uji laboratorium forensik,” ungkap Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah,  dalam jumpa pers di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Jumat (30/1).

Tak hanya tabung gas tersebut, penyidik juga menemukan obat-obatan serta surat rawat jalan dari RSPI. Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan ataupun penganiayaan pada tubuh korban.

Berdasarkan rangkaian penyelidikan dan hasil pemeriksaan forensik, polisi menyimpulkan tidak terdapat unsur tindak pidana dalam peristiwa meninggalnya Lula Lahfah.

“Dari hasil penyelidikan, tidak ditemukan adanya peristiwa pidana. Oleh karena itu, penyidikan atas penemuan jenazah saudari LL kami hentikan,” tegas Iskandarsyah.

Sementara itu, Kasubdit Biologis Serologi Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Rofiq, memaparkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sejumlah barang bukti yang diterima pihaknya.

Lula Lahfah, kekasih Reza Arap meninggal pada Junat (23/1) di apartemen kawasan Jakarta Selatan

Barang-barang tersebut meliputi satu sprei putih yang diduga terdapat bercak darah, beberapa tisu dan kapas bekas, satu kotak obat warna pink, serta satu tabung whip cream berwarna pink seberat 2.050 gram.

Puslabfor juga menerima sampel darah ayah Lula Lahfah sebagai pembanding untuk keperluan pemeriksaan DNA.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya bercak darah pada sprei, tisu, dan kapas. Sementara pada tabung whip pink ditemukan profil DNA,” jelas Irfan.

Dari hasil uji lanjutan, seluruh temuan tersebut dipastikan berasal dari mendiang Lula Lahfah.

“Kesimpulannya, bercak darah maupun DNA yang ditemukan seluruhnya merupakan milik saudari LL,” tambahnya.

Lula Lahfah ditemukan meninggal dunia di apartemennya pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 18.44 WIB. Jenazah dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur pada Sabtu (24/1).


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Ketum Muhammadiyah Sebut Polri di Bawah Kementerian Bakal Timbulkan Masalah Baru
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
Menaker Yassierli: Serikat Pekerja BUMN Harus Ikut Jaga Keberlanjutan Perusahaan
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
CIMB Niaga Raih Indonesia Public Relations Awards 2026
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kementerian Transmigrasi Buka Beasiswa Patriot, Siapkan 1.100 Kuota S2 di Kawasan Transmigrasi
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
RS Kardiologi Emirates–Indonesia Ditetapkan sebagai Pusat Unggulan Layanan Jantung
• 7 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.