TABLOIDBINTANG.COM - Garis Poetih Raya Festival 2026 resmi digelar selama tiga hari, 29–31 Januari 2026, di City Hall Pondok Indah Mall 3 (PIM 3).
Namun tahun ini, event besutan Ivan Gunawan tampil berbeda. Tak lagi hanya soal fashion dan belanja, Garis Poetih hadir sebagai festival Ramadan modern yang menyatukan gaya hidup, kecantikan, dan kesadaran spiritual dalam satu rangkaian utuh.
Momen paling menyentuh hadir di hari pertama lewat sesi Faith Reflection yang dibagikan Ivan Gunawan melalui unggahan media sosialnya.
Ia mengungkapkan rasa syukur dan keharuan atas hangatnya suasana kajian yang menjadi pembuka acara.
“Hari pertama Faith Reflection di acara Garis Poetih Raya Festival 2026 berjalan dengan penuh makna. Dari awal hingga akhir acara, suasana terasa begitu hangat dan menenangkan hati,” ucap Ivan Gunawan.
Pada hari pertama, sesi refleksi dipandu oleh Ustaz Maulana, yang mengajak para pengunjung untuk berhenti sejenak, merenungi luka, dan kembali menemukan jalan pulang secara batin.
“Sejauh apa pun hati pernah terjatuh, Allah tak pernah berpaling. Ia menunggu, dengan kasih yang tak berkurang,” ungkap Ivan, mengutip pesan yang disampaikan dalam kajian tersebut.
Ivan Gunawan juga menekankan bahwa sesi ini bukan sekadar kajian, melainkan ruang aman untuk memeluk hati yang lelah.
“Refleksi ini menjadi ruang untuk berhenti sejenak—merenungi luka, memeluk hati yang lelah, dan perlahan menemukan jalan pulang,” tulisnya di Instagram pribadinya.
Festival Ramadan dengan Dimensi Spiritual
Tahun ini, Garis Poetih Raya Festival benar-benar bertransformasi. Tidak lagi hanya dikenal sebagai fashion event, Garis Poetih berdiri sebagai Festival Ramadan modern yang sophisticated, di mana keindahan tidak hanya ditampilkan, tetapi juga dirasakan secara spiritual.
Ivan Gunawan, sebagai founder, menegaskan bahwa Garis Poetih bukan sekadar panggung peragaan busana, melainkan ruang kolaborasi untuk memperkuat ekosistem modest fashion Indonesia menjelang Ramadan.
“Saya belajar dari perjalanan Mandjha Hijab dan Ivan Gunawan Prive. Kami selalu menyiapkan koleksi sebulan sebelum Ramadan. Saya ingin para desainer lain juga siap lebih awal, hadir lebih besar, dan memasuki Ramadan dengan kekuatan penuh,” ujar Ivan.
Ivan Gunawan lebih lanjut mengungkapkan rasa bangga karena Garis Poetih Raya Festival yang kini memasuki tahun ketiga penyelenggaraan akhirnya dapat terselenggara.
“Rasa bangga akhirnya Garis Poetih Raya Festival 2026 bisa terselenggara. Ini merupakan tahun ketiga dan alhamdulillah saya merasa ini adalah momen yang tepat,” kata Ivan.
Salah satu pembeda terbesar Garis Poetih Raya Festival 2026 dibandingkan tahun-tahun sebelumnya adalah hadirnya kajian pagi setiap hari mulai pukul 10.00 WIB.
Sesi ini menjadi pembuka sebelum rangkaian fashion show dan aktivitas lainnya dimulai. Hadirnya sesi spiritual ini menambahkan dimensi baru bahwa kecantikan tidak hanya hadir dalam busana, tetapi juga dalam ketenangan jiwa.
“Kita bukan hanya menyaksikan fashion show atau berbelanja bersama Watsons. Tapi saya ingin mengisi pagi hari dengan adanya kajian yang dipersembahkan oleh MK Skin dan Mandjha Hijab Ivan Gunawan,” ujarnya.
Menurut Ivan, siraman kalbu menjadi cara untuk menyambut Ramadan dengan hati yang lebih siap.
“Saya rasa kajian atau siraman kalbu bisa membuat hari-hari kita lebih fresh. Apalagi kita akan menyambut bulan suci Ramadan dan Idulfitri. In sya allah apa yang disampaikan para ustaz dan ustazah pilihan kami bisa memberi banyak insight,” tutupnya.
Garis Poetih Raya Festival 2026 pun tak hanya menjadi destinasi fashion, tetapi juga perjalanan refleksi, tempat pulang bagi hati-hati yang ingin menyambut Ramadan dengan lebih ringan.



