FAJAR, BARCELONA – Hansi Flick geram terkait hengkangnya mendadak talenta muda Barcelona, Dro Fernandez, ke Paris Saint-Germain (PSG). Kepergian ini memicu respons cepat dari manajemen Blaugrana.
Mereka langsung memastikan masa depan Fermin Lopez. Pemain 22 tahun itu dikontrak jangka panjang demi menghindari upaya pembajakan oleh raksasa Liga Inggris, Chelsea.
Dro Fernandez secara resmi pindah ke raksasa Prancis, PSG, pada Senin (26/1) waktu setempat. Klub asal Paris tersebut dilaporkan tidak ragu merogoh kocek sedikit di atas nilai klausul pelepasan sang pemain yang mencapai 6 juta euro (sekitar Rp119 miliar).
Dalam konferensi pers menjelang laga kontra Elche, Hansi Flick tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Meski sempat dikabarkan sangat geram dengan situasi ini, pelatih asal Jerman itu mencoba bersikap diplomatis.
“Saya sangat menyukai talenta anak itu. Kecewa? Tentu saja. Namun, kami harus menghormati keputusannya karena itulah dinamika dalam sepak bola,” ungkap Flick.
Peringatan Keras dari Deco
Senada dengan sang pelatih, Direktur Olahraga Barcelona, Deco, juga memberikan komentar pedas. Ia menilai langkah Dro yang memilih pindah demi menit bermain instan di usia muda adalah perjudian besar.
Menurut Deco, keputusan yang terburu-buru seperti ini justru berisiko menghambat perkembangan karier sang pemain dalam jangka panjang.
Fermin Lopez Dikunci hingga 2031
Belajar dari kasus Dro, Barcelona langsung mengambil langkah preventif. Mereka resmi memperpanjang masa bakti Fermin Lopez dengan durasi kontrak fantastis hingga tahun 2031.
Langkah ini diambil untuk memagari gelandang berusia 22 tahun tersebut dari godaan klub-klub Premier League, khususnya Chelsea, yang santer dikabarkan ingin membajaknya.
Perpanjangan kontrak ini juga merupakan bentuk apresiasi klub atas performa konsisten Fermin sepanjang musim ini.
Barcelona Krisis Pemain Muda
Kepindahan Dro Fernandez ke PSG menjadi tamparan keras bagi manajemen Barcelona mengenai betapa rentannya kontrak pemain lulusan La Masia dengan klausul rilis rendah.
Dengan memagari Fermin Lopez hingga 2031, Barcelona menunjukkan perubahan strategi. Mereka kini lebih agresif dalam memberikan kontrak berdurasi lama dan klausul “selangit” untuk pemain yang sudah teruji di tim utama guna menangkal kekuatan finansial klub seperti PSG atau Chelsea.
Keputusan Joan Laporta untuk tidak belanja pemain baru di detik akhir bursa transfer, menandakan kepercayaan tinggi pada proses pemulihan pemain pilar seperti Pedri dan Gavi.
Meskipun Flick optimis, kehilangan pemain yang sudah mencicipi debut di Liga Champions seperti Dro bisa menjadi kerugian teknis jika badai cedera kembali melanda lini depan Barcelona di sisa musim 2026.
Saat ini, fokus utama Barcelona adalah menjaga keunggulan satu poin dari Real Madrid di puncak klasemen La Liga saat bertamu ke kandang Elche pada Minggu (1/2). (*)





