Komando Pusat Amerika Serikat (AS) atau CENTCOM menegaskan "tidak akan mentoleransi tindakan yang tidak aman" oleh Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), setelah Teheran mengumumkan latihan angkatan laut yang melibatkan latihan tembak langsung di Selat Hormuz saat ketegangan semakin meningkat.
CENTCOM dalam peringatannya, seperti dilansir Anadolu Agency, Sabtu (31/1/2026), mendesak IRGC untuk "melakukan latihan angkatan laut
yang diumumkan dengan cara yang aman, profesional, dan menghindari risiko yang tidak perlu tanpa kebebasan navigasi untuk lalu lintas maritim internasional".
"CENTCOM akan memastikan keselamatan personel, kapal, dan pesawat AS yang beroperasi di Timur Tengah," tegas CENTCOM dalam pernyataannya.
Ditekankan juga bahwa AS "tidak akan mentolerir tindakan IRGC yang tidak aman, termasuk penerbangan di atas kapal militer AS yang terlibat dalam operasi penerbangan, penerbangan rendah, atau penerbangan bersenjata di atas aset militer AS ketika niatnya tidak jelas, pendekatan kapal berkecepatan tinggi yang mengarah pada tabrakan dengan kapal militer AS, atau senjata yang diarahkan ke pasukan AS".
Media pemerintah Iran, Press TV, sebelumnya mengumumkan bahwa IRGC akan menggelar latihan tembak langsung di perairan Selat Hormuz pada 1-2 Februari di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur ekspor minyak terpenting di dunia, yang menghubungkan produsen minyak terbesar di kawasan Teluk, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur perairan ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.
CENTCOM dalam pernyataannya menegaskan bahwa "Selat Hormuz merupakan jalur laut internasional dan korido perdagangan penting yang mendukung kemakmuran ekonomi regional".
(nvc/idh)





