Matamata.com - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berharap penyeberangan Rafah tidak hanya melayani pergerakan orang, tetapi juga tersedia untuk pengiriman kargo bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza setelah dibuka kembali pada Minggu (1/2/2026).
Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, menegaskan bahwa pemulihan jalur kargo melalui Rafah sangat krusial guna meningkatkan volume pasokan bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan di Gaza.
"Kami tentu berharap Rafah juga dapat digunakan untuk pergerakan kargo. Mengaktifkan kembali jalur kargo melalui penyeberangan Rafah sangat penting untuk meningkatkan respons kemanusiaan," kata Haq dalam konferensi pers di Markas PBB, Jumat (30/1).
Selain distribusi bantuan, Haq menambahkan bahwa pembukaan gerbang tersebut diharapkan memfasilitasi pergerakan warga yang ingin meninggalkan atau masuk kembali ke Jalur Gaza secara aman.
"Kami telah berulang kali menjelaskan bahwa mereka yang memilih untuk pergi atau kembali harus dapat melakukannya secara sukarela dan aman," tegasnya.
Sebelumnya, otoritas Israel telah mengumumkan pembukaan pos pemeriksaan Rafah di perbatasan Jalur Gaza dan Mesir mulai 1 Februari 2026. Namun, pembukaan tersebut saat ini masih dinyatakan untuk mendukung pergerakan terbatas orang di kedua arah.
PBB terus mendorong agar pembatasan tersebut diperluas mencakup logistik bantuan medis, pangan, dan kebutuhan pokok lainnya guna menangani krisis kemanusiaan yang terus memburuk di wilayah kantong tersebut. (Antara)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489053/original/086354000_1769780095-1769775855083-Article_Clayton__Web_.jpg.webp)

