Blora (ANTARA) - Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Mariman Darto mengatakan pengecekan menyeluruh terhadap keamanan bangunan sekolah diperlukan, terutama pada sekolah yang sudah tua, guna memenuhi sarana prasarana pendidikan yang layak.
Hal itu dikemukakannya saat meninjau langsungbangunan SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang mengalami kerusakan.
"Bangunan SMPN 1 Sambong merupakan bangunan lama yang dibangun sejak 1983, sehingga beberapa bagian konstruksi mulai mengalami kerusakan dan memerlukan penanganan segera. Ini salah satu contoh sekolah yang sudah lama berdiri. Saya angkatan yang kedua di sekolah ini," kata Mariman Darto saat meninjau lokasi SMPN 1 Sambong, di Blora, Sabtu.
Ia menyoroti kerusakan pada bagian atap dan plafon yang ambrol serta sejumlah titik lainnya yang dinilai berbahaya bagi keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
Baca juga: Wamendikdasmen ingatkan jaga fasilitas sekolah usai direvitalisasi
"Ambrolnya atap plafon dan yang lainnya tentu sangat berbahaya, sehingga saya minta agar seluruh ruang kelas dicek kembali," ucapnya.
Menurut dia, kondisi serupa juga berpotensi terjadi di sekolah lain sehingga diperlukan pengecekan menyeluruh terhadap keamanan bangunan sekolah, terutama yang usianya sudah tua.
Mariman menegaskan kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan sarana prasarana pendidikan yang layak. Revitalisasi sekolah menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau sekolah tidak berwujud layak, tentu sarana prasarana pendidikan belum terpenuhi," ujarnya.
Ia berharap program revitalisasi sekolah dapat segera terwujud sehingga sekolah dapat berkembang menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berbudaya, termasuk memenuhi komponen pendukung sekolah Adiwiyata.
Baca juga: Mendikdasmen prioritaskan perbaiki sekolah rusak akibat bencana
Selain itu Mariman Darto menekankan pentingnya peningkatan sanitasi sekolah sebagai bagian dari perhatian pemerintah dalam penyediaan fasilitas pendidikan yang sehat.
Mariman menambahkan SMPN 1 Sambong merupakan satu-satunya sekolah jenjang SMP di Kecamatan Sambong, sehingga revitalisasi sarana prasarana sekolah tersebut dinilai penting untuk menjaga layanan pendidikan di daerah setempat.
Dalam kesempatan itu Mariman juga memaparkan program revitalisasi sekolah secara nasional pada tahun 2026. Kemendikdasmen mencatat terdapat 11.446 sekolah yang masuk tahap awal revitalisasi dan saat ini sedang menunggu proses penganggaran.
Setelah tahapan verifikasi dan validasi (verval) serta verifikasi lanjutan selesai, pelaksanaan fisik ditargetkan dapat dimulai pada Februari hingga Maret 2026 dengan estimasi pengerjaan 90 sampai 100 hari. Sedangkan target selesai bulan Juni 2026.
Baca juga: Terima arahan Presiden, Program revitalisasi tambah 60 ribu sekolah
Hal itu dikemukakannya saat meninjau langsungbangunan SMP Negeri 1 Sambong, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang mengalami kerusakan.
"Bangunan SMPN 1 Sambong merupakan bangunan lama yang dibangun sejak 1983, sehingga beberapa bagian konstruksi mulai mengalami kerusakan dan memerlukan penanganan segera. Ini salah satu contoh sekolah yang sudah lama berdiri. Saya angkatan yang kedua di sekolah ini," kata Mariman Darto saat meninjau lokasi SMPN 1 Sambong, di Blora, Sabtu.
Ia menyoroti kerusakan pada bagian atap dan plafon yang ambrol serta sejumlah titik lainnya yang dinilai berbahaya bagi keselamatan siswa maupun tenaga pendidik.
Baca juga: Wamendikdasmen ingatkan jaga fasilitas sekolah usai direvitalisasi
"Ambrolnya atap plafon dan yang lainnya tentu sangat berbahaya, sehingga saya minta agar seluruh ruang kelas dicek kembali," ucapnya.
Menurut dia, kondisi serupa juga berpotensi terjadi di sekolah lain sehingga diperlukan pengecekan menyeluruh terhadap keamanan bangunan sekolah, terutama yang usianya sudah tua.
Mariman menegaskan kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pemenuhan sarana prasarana pendidikan yang layak. Revitalisasi sekolah menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
"Kalau sekolah tidak berwujud layak, tentu sarana prasarana pendidikan belum terpenuhi," ujarnya.
Ia berharap program revitalisasi sekolah dapat segera terwujud sehingga sekolah dapat berkembang menjadi lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berbudaya, termasuk memenuhi komponen pendukung sekolah Adiwiyata.
Baca juga: Mendikdasmen prioritaskan perbaiki sekolah rusak akibat bencana
Selain itu Mariman Darto menekankan pentingnya peningkatan sanitasi sekolah sebagai bagian dari perhatian pemerintah dalam penyediaan fasilitas pendidikan yang sehat.
Mariman menambahkan SMPN 1 Sambong merupakan satu-satunya sekolah jenjang SMP di Kecamatan Sambong, sehingga revitalisasi sarana prasarana sekolah tersebut dinilai penting untuk menjaga layanan pendidikan di daerah setempat.
Dalam kesempatan itu Mariman juga memaparkan program revitalisasi sekolah secara nasional pada tahun 2026. Kemendikdasmen mencatat terdapat 11.446 sekolah yang masuk tahap awal revitalisasi dan saat ini sedang menunggu proses penganggaran.
Setelah tahapan verifikasi dan validasi (verval) serta verifikasi lanjutan selesai, pelaksanaan fisik ditargetkan dapat dimulai pada Februari hingga Maret 2026 dengan estimasi pengerjaan 90 sampai 100 hari. Sedangkan target selesai bulan Juni 2026.
Baca juga: Terima arahan Presiden, Program revitalisasi tambah 60 ribu sekolah


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489010/original/028934500_1769775898-Longsor_ditemukan_2.jpg)
