Sampah RI Darurat, Guru Besar IPB Sebut WtE Jadi Solusi Efektif

wartaekonomi.co.id
3 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Masalah sampah di Indonesia dinilai telah memasuki fase darurat. Guru Besar IPB University, Prof. Dr. Arief Sabdo Yuwono, menilai teknologi waste-to-energy (WtE) atau pengolahan sampah menjadi energi listrik memiliki peluang besar menjadi solusi nasional.

Arief menjelaskan bahwa ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dengan sistem open dumping saat ini memicu pencemaran lingkungan dan berdampak pada kesehatan. Dalam kondisi ini, WtE dianggap mampu mereduksi volume sampah secara signifikan dalam waktu cepat.

"Dalam kondisi ini, WtE dapat berfungsi sebagai instrumen pengelolaan sampah yang efektif, selama diterapkan dengan prasyarat teknologi dan lingkungan yang ketat," ujar Arief dikutip Sabtu (31/1/2026).

Menurutnya, WtE tidak hanya mengurangi volume sampah hingga lebih dari 90 persen, tetapi juga membantu menurunkan emisi gas buang, memperbaiki sanitasi, serta mengurangi produksi air lindi. Panas hasil pembakaran tersebut nantinya dikonversi menjadi listrik yang berkontribusi pada penurunan emisi karbon.

Namun, Arief memberikan catatan penting terkait karakteristik sampah di Indonesia yang didominasi sampah organik dengan kadar air tinggi. Ia menekankan pentingnya pemilihan teknologi yang tepat agar proses pembakaran efisien.

"Teknologi harus dipilih setelah karakteristik sampah diketahui, bukan sebaliknya. Sampah perkotaan kita cenderung basah," tegasnya.

Baca Juga: Pengelolaan Sampah RI Baru 25%, Hanif Faisol: Target 63% Berat!

Selain aspek teknologi, Arief menyoroti pentingnya sistem flue gas treatment untuk mengendalikan emisi dan pengelolaan abu sisa pembakaran. Ia mencontohkan keberhasilan teknologi ini di negara-negara seperti Jepang, Swiss, Singapura, hingga Jerman.

Saat ini, pemerintah tengah mengembangkan program WtE melalui Danantara Investment Management. Arief menilai langkah tersebut sudah berada di jalur yang tepat, namun tetap memerlukan pengawasan yang kuat.

"Insinerator itu memang cara efektif untuk menyelesaikan sampah dalam waktu yang singkat, tetapi harus dijalankan dengan tata kelola dan pengawasan yang kuat," pungkasnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Antam (ANTM) Catat Penjualan 37,4 Ton Emas Sepanjang 2025
• 21 jam laluidxchannel.com
thumb
Muhammadiyah Nilai Wacana Polri di Bawah Kementerian Tak Sejalan dengan Arah Reformasi Nasional
• 22 jam lalupantau.com
thumb
Rashford Tak Akan Pulang ke Old Trafford? Fabrizio Romano Yakin MU–Barcelona Pasti Sepakati Jalan Tengah
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Rhenald Kasali Ingatkan Media: Jangan Jadi Budak Algoritma, Engagement Bisa Pengaruhi Kebijakan
• 3 jam lalusuara.com
thumb
Gubernur Pramono Sebut Perbaikan Jalan Berlubang Tunggu Hujan Reda
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.