Gus Yahya Ungkap Alasan KH Miftachul Akhyar Tak Hadiri Harlah NU 2026

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengungkapkan alasan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar tak hadir dalam acara Hari Lahir (Harlah) 1 Abad PBNU.

Dia mengatakan, Kyai Miftach sedianya akan menghadiri acara tersebut.

Namun sehari sebelum acara terdengar kabar bahwa Kiai Miftach dalam keadaan kurang sehat, sehingga tidak bisa hadir.

"Sehingga beliau berhalangan untuk bisa ikut hadir," kata Gus Yahya saat ditemui di Istora Senayan, Jakarta, usai acara Harlah 1 Abad PBNU, Sabtu (31/1/2026).

Baca juga: Harlah NU 2026, Menag Bicara soal Political Shock hingga Economic Shock

Untuk menggantikan Rais Aam, pidato pembuka acara disampaikan oleh Rais Syuriyah PBNU Nasaruddin Umar, yang juga merupakan Menteri Agama RI.

Sedangkan untuk kehadiran Eks Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, Gus Yahya tidak memberikan alasan spesifik.

Dia menilai, Gus Ipul sebagai Menteri Sosial mungkin memiliki kegiatan lain di luar organisasi PBNU.

"Mengenai yang lain-lain, ada sejumlah menteri yang memang tidak hadir dan kami belum mendapatkan konfirmasi ya. Ya tentu ada tugas lain ya, termasuk Pak Saifullah Yusuf mungkin ada kesibukan lain," imbuhnya.

Baca juga: Gus Ipul dan Kyai Miftachul Akhyar Tak Terlihat di Perayaan 1 Abad NU

Harlah NU 2026

Sebagai informasi, PBNU menggelar peringatan hari lahir ke-100 untuk kali kedua.

Peringatan pertama berdasarkan tahun masehi yang dilakukan pada 8 Februari 2023 dengan mengusung tema "Mendigdayakan Nahdlatul Ulama, Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru."

Perayaan HUT Ke-100 berdasarkan kalender hijriyah ini digelar di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, dan dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden saat itu, Joko Widodo dan Maruf Amin.

Sedangkan perayaan kedua berdasarkan tahun masehi yang digelar hari ini di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Gus Yahya mengatakan, tema yang dipilih kali ini "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia." Dia bilang, tema tersebut merupakan kelanjutan dan menjadi visi besar yaitu Membangun Peradaban yang juga menjadi cita-cita berdirinya Jamiyyah NU.

Tema itu juga berkesinambungan dengan Harlah 1 Abad NU versi Hijriah.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Pertamina Sukses Bawa Pulang 1 Juta Barel Minyak dari Aljazair
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Cari 20 Korban Lagi, Operasi SAR Cisarua Diperpanjang
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
Warga Demo Tolak Bar Hiburan Malam di Lenteng Agung, Polisi Dorong Mediasi
• 2 jam lalukompas.com
thumb
Serangan Israel Hantam Tenda Pengungsi Gaza, 12 Warga Palestina Tewas
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Ajar Siswa SMPN 22 Takengon, Mendikdasmen: Kondisi Darurat Tak Boleh Hentikan Proses Belajar
• 17 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.