Warga Demo Tolak Bar Hiburan Malam di Lenteng Agung, Polisi Dorong Mediasi

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gelombang penolakan terhadap tempat hiburan malam terjadi di kawasan Srengseng Sawah, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Ratusan warga Kampung Sawah menggelar aksi unjuk rasa untuk menolak keberadaan bar di Kartika One Hotel, Jalan Lenteng Agung, pada Jumat (30/1/2026) malam.

Aksi yang berlangsung hingga pukul 22.00 WIB tersebut sempat diwarnai upaya mediasi, namun menemui jalan buntu.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma mengonfirmasi bahwa unjuk rasa berlangsung secara kondusif meskipun langkah mediasi dengan manajemen bar tidak berhasil dilakukan.

"Intinya warga menolak untuk keberadaan tempat hiburan yang ada di Hotel Kartika One. Kita upaya mediasi tapi warga hanya orasi," ucap Nurma saat dikonfirmasi, Sabtu (30/1/2026).

Baca juga: Embung Kebagusan Rp 62 M Mulai Dibangun, Ada Jogging Track dan Mini Soccer

Kekhawatiran Transaksi Miras dan Moralitas Penolakan masif ini bukan tanpa alasan.

Perwakilan RW 02 Kampung Sawah, Fauzi, menjelaskan bahwa keresahan warga dipicu oleh adanya aktivitas transaksi minuman keras di tempat hiburan tersebut.

Menurut warga, keberadaan bar tersebut berisiko merusak citra lingkungan tempat tinggal mereka.

"Dengan adanya tempat tersebut, warga sangat khawatir terhadap nama baik kampungnya dan moral anak keturunan kedepannya. Warga menuntut agar Party Station ditutup," ujar Fauzi.

Baca juga: Apa Itu Whip Pink? Mengenal Gas Tertawa N2O dan Efek Penyalahgunaannya

Fauzi menekankan bahwa warga ingin menjaga lingkungan mereka dari aktivitas yang dianggap tidak sejalan dengan norma setempat.

"Mereka enggak mau kampung mereka dijadikan tempat kemaksiatan, yang akhirnya dapat mencoreng nama baik kampung," tambah Fauzi.

Ancam Demo Susulan Unjuk rasa yang diikuti hampir 300 warga dari 22 RT di 2 RW ini berakhir tanpa adanya dialog antara warga dengan manajemen bar Party Station.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Warga pun menegaskan bahwa aksi semalam bukanlah yang terakhir jika tuntutan mereka tidak dipenuhi.

"Kalau pihak Party Station mengabulkan tuntutan kami (untuk tutup), maka kami tidak demo. Namun kalau sebaliknya, maka kami akan demo lagi," pungkas Fauzi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Jose Mourinho Jadi Pelatih Real Madrid jika Mampu Bawa Benfica Singkirkan Los Blancos dari Liga Champions?
• 9 menit lalutvonenews.com
thumb
Pemkab Madiun Jalin Kerja Sama dengan Ummad, Fokus Pengembangan Inovasi Pemuda dan Persiapan Fakultas Kedokteran
• 5 jam lalurealita.co
thumb
Maling di Jakbar Kepergok Usai Jatuh dari Ventilasi, Malah Lanjut Beraksi
• 22 jam laludetik.com
thumb
Harga Minyak Mentah Dunia Melejit, Brent Nyaris USD70/Barel
• 8 jam lalumetrotvnews.com
thumb
KPK Periksa Yaqut Cholil-Stafsus Usai Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Apa Hasilnya? | SAPA MALAM
• 22 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.