JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto tidak jadi menghadiri acara Harlah ke-100 NU yang digelar di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2025).
Ketua Umum (Ketum) Yahya Cholil Staquf mengungkapkan, PBNU sejak kemarin sudah melakukan koordinasi dengan pihak Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) serta protokol Istana.
"Sejak kemarin sudah dilakukan, hal-hal teknis yang memang diperlukan, untuk kehadiran beliau," ujar Yahya usai acara.
Baca juga: Prabowo akan Hadiri Peringatan 1 Abad NU Hari Ini
Menurut Yahya, Prabowo batal datang ke Harlah NU 2026 ini karena ada tugas lain yang harus dikerjakan.
Selain itu, Prabowo juga akan menerima beberapa tamu sehingga berhalangan hadir.
"Tapi memang pada saat terakhir, beliau mungkin berhalangan karena ada tugas lain ya. Kami mendengar juga ada beberapa tugas negara terkait dengan tamu-tamu negara yang hadir pada hari ini," ucapnya.
Baca juga: Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump, PBNU: Keputusan Prabowo Tepat
Sebelumnya diberitakan, Harlah ke-100 NU mengundang Presiden Prabowo dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih.
Dari pantauan Kompas.com, beberapa menteri yang hadir di antaranya Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menko PMK Pratikno, Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Budiman Sudjatmiko, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid.
Sejumlah tokoh turut menghadiri Harlah NU tahun ini di antaranya Presiden ke-4 RI Sinta Nuriyah Wahid dan anaknya, Yenny Wahid, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Ketua DPD RI Sultan Najamuddin, Ketua KPU Mochammad Afifuddin, dan Ketua Bawaslu Rahmat Bagja.
Di kalangan partai politik hadir pula sejumlah tokoh di antaranya Ketum PPP Mardiono, Presiden PKS Al Muzzamil Yusuf, Sekjen Partai Golkar Sarmuji.
Tema Harlah ke-100 NUAdapun Harlah NU tahun ini mengusung tema "Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia". Tema ini sejalan dengan visi NU yang selaras dengan visi proklamasi Indonesia, yaitu memperjuangkan peradaban bagi seluruh umat manusia.
Sebagai informasi, PBNU menggelar peringatan hari lahir ke-100 untuk kali kedua.
Peringatan pertama berdasarkan tahun masehi yang dilakukan pada 8 Februari 2023 dengan mengusung tema "Mendigdayakan Nahdlatul Ulama, Menjemput Abad Kedua Menuju Kebangkitan Baru".
Perayaan HUT Ke-100 berdasarkan kalender hijriyah ini digelar di Stadion Delta Sidoarjo, Jawa Timur, dan dihadiri oleh Presiden dan Wakil Presiden saat itu, Joko Widodo dan Maruf Amin.
Sedangkan perayaan kedua berdasarkan tahun masehi yang digelar hari ini di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).
Gus Yahya mengatakan, tema yang dipilih kali ini "Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia." Dia bilang, tema tersebut merupakan kelanjutan dan menjadi visi besar yaitu Membangun Peradaban yang juga menjadi cita-cita berdirinya Jamiyyah NU.
Tema itu juga berkesinambungan dengan Harlah 1 Abad NU versi Hijriah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



