Aktivis PMKRI Ferdinandus Wali Ate Soroti Isu Perdamaian dan Harmoni Antariman pada Forum Indonesia YEPC 2026

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Isu perdamaian dan harmoni antariman kembali mendapat sorotan dalam penyelenggaraan 1st Indonesia Youth Empowerment Peace Class (YEPC) yang digelar di Universitas Mohammad Husni Thamrin (UMHT), Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, tokoh masyarakat serta para pemerhati perdamaian dari berbagai latar belakang agama dan organisasi kepemudaan.

BACA JUGA: Gustaf Tamo Mbapa Terpilih Aklamasi Jadi Ketum DPP PATRIA PMKRI Periode 2025-2030

Forum bertema “Interfaith Harmony Begins with Character” tersebut menghadirkan Presidium Hubungan Luar Negeri Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Ferdinandus Wali Ate sebagai keynote speaker.

Ferdinandus ðalam pemaparannya, menegaskan harmoni antarumat beragama tidak lahir dari keseragaman keyakinan, melainkan dari karakter manusia yang matang dalam mengelola perbedaan.

BACA JUGA: Bertemu Menteri Agama, PP PMKRI Soroti Persoalan Intoleransi di Indonesia

“Indonesia tidak kekurangan keberagaman, tetapi sering kekurangan karakter. Ketika karakter kuat, perbedaan tidak menjadi ancaman, melainkan kekayaan yang memperkaya kehidupan bersama,” tegas Ferdinandus di hadapan peserta.

Dia menilai konflik berbasis identitas agama yang masih terjadi di berbagai daerah bukanlah kegagalan iman, melainkan kegagalan karakter—khususnya dalam hal empati, keadilan, dan tanggung jawab sosial.

BACA JUGA: IMS-J Gelar Perayaan Natal Bersama dan Latihan Dasar Kepemimpinan

Oleh karena itu, pendidikan perdamaian harus berangkat dari pembentukan manusia, bukan sekadar wacana normatif.

Dalam konteks tersebut, Ferdinandus juga mengaitkan isu harmoni antariman dengan keadilan sosial dan ekologis, merujuk pada ajaran sosial Gereja Katolik melalui ensiklik Rerum Novarum karya Paus Leo XIII.

Ensiklik tersebut menekankan pentingnya keberpihakan pada martabat manusia, hak-hak buruh, serta perlindungan terhadap masyarakat tertindas.

“Perdamaian tidak bisa dilepaskan dari realitas hidup rakyat. Ketika buruh kehilangan pekerjaan, ketika alam dirusak, dan ketika kelompok lemah disingkirkan, maka yang runtuh bukan hanya keadilan sosial, tetapi juga harmoni antariman,” ujarnya.

Dia menambahkan semangat Rerum Novarum relevan dengan kondisi Indonesia hari ini, di tengah krisis lingkungan, ketimpangan ekonomi, dan meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK).

Menurutnya, iman—apa pun agamanya—harus hadir sebagai kekuatan pembebas yang berpihak pada kemanusiaan dan kelestarian bumi.

Kegiatan Indonesia YEPC ini diselenggarakan melalui kolaborasi Universitas Mohammad Husni Thamrin (UMHT) dengan Heavenly Culture, World Peace & Restoration of Light – International Peace Youth Group (HWPL–IPYG), serta didukung oleh Pengurus Pusat PMKRI melalui Presidium Hubungan Luar Negeri dan berbagai organisasi kepemudaan lintas iman.

Melalui forum ini, para penyelenggara berharap dapat membangun ekosistem pendidikan perdamaian yang menumbuhkan kepemimpinan berkarakter, sikap toleran, dan semangat kolaborasi, khususnya di kalangan generasi muda.

Dalam pesan penutupnya, Ferdinandus menyampaikan ajakan reflektif kepada para pemuda agar berani memilih jalan damai di tengah situasi sosial yang kerap terpolarisasi.

“Perdamaian bukan sesuatu yang datang dengan sendirinya. Ia dimulai dari pilihan kecil: cara kita berpikir, berbicara, dan memperlakukan sesama. Ketika pemuda memilih empati daripada prasangka, dialog daripada kekerasan, dan kolaborasi daripada polarisasi, saat itulah masa depan Indonesia menemukan harapannya,” tuturnya.

Kegiatan ini menegaskan posisi Ferdinandus Wali Ate tidak hanya sebagai representasi organisasi, tetapi sebagai figur pemuda lintas iman yang konsisten mendorong perdamaian berbasis karakter, keadilan sosial, dan kepedulian terhadap bumi sebagai rumah bersama.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Efek Layvin Kurzawa di Persib Menurut Legenda Maung Bandung: Branding, Jangan Sampai Jadi Essien Jilid 2
• 4 menit lalubola.com
thumb
Saksikan Siaran Langsung Piala Asia Futsal 2026: Laga Penentuan Juara Grup Indonesia Vs Irak
• 4 jam lalubola.com
thumb
Potret Peran Badut di Lokasi Bencana
• 6 jam lalukompas.id
thumb
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital
• 6 jam lalusuara.com
thumb
Kasus Guru SD Dihentikan, Belum Ada Permintaan Maaf dari Orangtua Murid yang Laporkan
• 20 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.