Presiden Prabowo dan Rais Aam Tak Hadir di Harlah ke-100 NU, Begini Penjelasan Gus Yahya

liputan6.com
4 jam lalu
Cover Berita

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya memberikan penjelasan terkait ketidakhadiran Presiden Prabowo Subianto dan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, hari ini Sabtu (31/1/2026).

Adapun Presiden Prabowo dijadwalkan hadir dalam peringatan puncak Harlah ke-100 tahun NU tersebut. Bahkan, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) sebelumnya juga telah nampak berjaga di lokasi beberapa jam sebelum Prabowo dijadwalkan hadir.

Advertisement

Gus Yahya menyatakan, PBNU sejatinya memang telah melakukan koordinasi teknis dengan pihak kepresidenan untuk mempersiapkan kehadiran Presiden Prabowo dalam agenda puncak Harlah NU.

“Sejak kemarin sebetulnya sudah ada koordinasi dengan berbagai perangkat yang terkait dengan kepresidenan, seperti dengan Paspampres dan protokol istana dan lain-lain. Sejak kemarin sudah dilakukan hal-hal teknis yang memang diperlukan, untuk kehadiran beliau,” kata Gus Yahya.

Sayangnya, pada saat-saat terakhir Harlah resmi dimulai, Presiden Prabowo berhalangan hadir karena adanya tugas negara lain yang harus dijalankan.

“Tapi memang pada saat terakhir, beliau mungkin berhalangan karena ada tugas lain ya. Kami mendengar juga ada beberapa tugas negara terkait dengan tamu-tamu negara yang hadir pada hari ini,” katanya.

Meski demikian, Gus Yahya menyebut kehadiran Presiden diwakili pimpinan lembaga tinggi negara lainnya, yakni Ketua MPR RI Ahmad Muzani yang menyampaikan sambutan serta amanat dalam resepsi peringatan tersebut.

“Dan alhamdulillah kemudian ada Ketua MPR RI yang hadir dan tadi kami mintakan sambutan dan amanat dari Ketua MPR RI, Bapak Ahmad Muzani, di dalam resepsi peringatan Harlah ini,” ujarnya.

Sementara itu, Gus Yahya juga menjelaskan alasan ketidakhadiran Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Ia mengatakan pihaknya telah menerima kabar sejak Jumat malam bahwa Rais Aam mengalami masalah kesehatan.

“Mengenai Rais Aam, Kiai Haji Miftachul Akhyar, kami tadi malam sudah mendapatkan kabar dari beliau bahwa sedianya beliau akan berangkat, tapi beliau mengalami kendala kesehatan. Sehingga beliau berhalangan untuk bisa ikut hadir,” kata Gus Yahya.

Sebagai pengganti, amanat yang biasanya disampaikan oleh Rais Aam diwakilkan kepada salah satu Rais Syuriyah PBNU sekaligus Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar.

“Dan tadi dari khutbah yang biasa disampaikan oleh Rais Aam, diwakili oleh salah seorang Rais Syuriyah yaitu Profesor Doktor Kiai Haji Nasaruddin Umar, yang kebetulan juga adalah Menteri Agama Republik Indonesia,” ujarnya.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Update Longsor Bandung Barat: 60 Kantong Jenazah Ditemukan, 20 Korban Masih Hilang
• 8 jam lalurctiplus.com
thumb
Usai Diperiksa KPK, Gus Yaqut Bantah Beri Kuota Haji Khusus ke Maktour
• 22 jam lalusuara.com
thumb
FIFA Beri Izin, Cristiano Ronaldo dari Liga Australia yang Sudah Dihubungi PSSI Ini Bela Timnas Indonesia di FIFA Series dan Piala AFF?
• 1 jam lalutvonenews.com
thumb
Penambahan Kuota Haji, Pemerintah Diminta Prioritaskan Keselamatan dan Kemanusiaan
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Kapal Sampai Hiu Paus, Jurus PIS Kurangi 116 Ribu Ton Emisi di 2025!
• 10 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.