Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi memasuki penutupan sebagian (partial shutdown) pada Sabtu (31/1) setelah Kongres gagal menyepakati anggaran tahun fiskal 2026 hingga tenggat tengah malam.
Kebuntuan terjadi di tengah memanasnya ketegangan politik, menyusul tewasnya dua demonstran di Minneapolis akibat tembakan agen imigrasi federal. Insiden itu memicu kemarahan Partai Demokrat dan menggagalkan pembahasan tambahan dana untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS).
“Alih-alih memburu penyelundup narkoba, predator anak, dan pelaku perdagangan manusia, pemerintahan Trump justru menyia-nyiakan sumber daya dengan menargetkan demonstran damai di Chicago dan Minneapolis,” tulis Wakil Pemimpin Minoritas Senat dari Partai Demokrat, Dick Durbin, di media sosial, seperti diberitakan AFP.
“Pemerintahan ini terus membuat warga Amerika semakin tidak aman,” lanjutnya.
Akibat penutupan tersebut, sekitar tiga perempat operasi pemerintah federal terdampak. Sejumlah lembaga mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, perumahan, hingga pertahanan bersiap menjalankan prosedur penghentian layanan sementara.
Meski begitu, para pemimpin Kongres dari kedua partai menilai gangguan ini kemungkinan hanya berlangsung singkat. Senat telah meloloskan paket anggaran yang membiayai sebagian besar lembaga federal hingga September, serta dana darurat dua pekan untuk menjaga operasional DHS sambil negosiasi kebijakan imigrasi dilanjutkan.
Dewan Perwakilan Rakyat AS dijadwalkan kembali bersidang pada Senin (2/2) dan diperkirakan segera meratifikasi kesepakatan tersebut. Jika disetujui, pendanaan pemerintah akan dipulihkan dalam beberapa hari.
Namun bila penutupan berlarut, puluhan ribu pegawai federal terancam dirumahkan tanpa gaji atau tetap bekerja tanpa menerima bayaran hingga anggaran disahkan.
Presiden Donald Trump mendukung kesepakatan Senat dan mendesak DPR bertindak cepat. Ia ingin menghindari penutupan berkepanjangan, yang akan menjadi shutdown kedua di masa jabatan keduanya, setelah penutupan terlama tahun lalu melumpuhkan layanan federal selama lebih dari sebulan.




