Imbauan Kemenkes soal Penggunaan Gas N2O Tidak Sembarangan

tvonenews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com- Meninggalnya Selebgram atau Influencer, Lula Lahfah menyita perhatian publik. Sebab Polisi menemukan barang bukti.

Lula Lahfah
Sumber :
  • Instagram @lulalahfah

Dalam temuannya, Polisi mengatakan adanya gas medik gas nitrous oxide (N2O) dengan dikenal sebagai Whip Pink. Seperti gambar yang ditunjukkan dalam konferensi pers kemarin (30/1) di Jakarta.

Melansir dari Antara, disampaikan juga selain menemukan tabung warna merah muda (whip pink). Ada bercak darah di Apartemen Lula Lahfah yang berada di kawasan Jakarta Selatan.

"Penggunaan gas NO2 dapat menimbulkan risiko terhadap tubuh seperti hipoksia, kemudian neuropati, kemudian frostbite, kemudian defisiensi vitamin B12 dan lain-lain," kata Kasubdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol Zulkarnain Harahap dalam konferensi pers, Jumat (30/1).

Bahaya Whip Pink
Sumber :
  • Instagram/whippink.co

Sehubungan dengan temuan Polisi dalam kasus kematian Lula, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau warga tak menyalahgunakan gas medik gas nitrous oxide (N2O) itu. 

"Kami berharap memang masyarakat tidak menyalahgunakan gas medik N2O ini di luar fungsinya untuk kesehatan," kata Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi Kemenkes El Iqbal dalam kesempatan yang sama.

Imbauan Kemenkes soal Penggunaan Gas N2O Tidak Sembarangan
Sumber :
  • dok. tvOnenews.com/Julio Trisaputra

Perlu diketahui, di dalam tabung baja Whip Pink, terdapat gas bernama N₂O. Melansir laman POM, dalam katalog bahan pangan internasional, gas ini memiliki kode E942.

N₂O adalah gas yang tidak berwarna dan tidak berasa, biasa digunakan dalam medis, pangan dan otomotif. 

Kemudian dari itu, gas N₂O yang terkandung dalam Whip Pink/ Nangs cepat masuk ke dalam otak dan bekerja pada system susunan syaraf pusat dengan mengurangi rasa sakit, memberikan efek tenang serta dapat menimbulkan rasa ringan dan euphoria. 

"Survei Narkoba Global 2021 juga mencantumkan N₂O sebagai salah satu zat yang digunakan untuk mendapatkan efek rekreasi terpopuler ke-10 di dunia setelah Cannabis, MDMA, Coccaine, Amphetamines, LSD, Magic Mushrooms, Benzodiazepines, Prescription opioids, dan Ketamin," keterangan dalam laman Intelijen Pom. (klw)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Perkuat Kolaborasi Strategis Hadapi 2026, KTM Solutions Gelar KTM Growth Forum
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Anda Seorang Koki atau Biksu Tua?
• 21 jam laluerabaru.net
thumb
Trump Tiba-Tiba Borong Aset Raksasa Minyak Rusia, Mau Lumpuhkan Putin
• 15 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Apindo Ingatkan Kelangkaan Lapangan Kerja Bakal Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi 
• 13 jam laluidxchannel.com
thumb
Menteri PPPA dampingi Wapres ke Aceh tinjau pembelajaran pascabencana
• 10 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.