Apindo Ingatkan Kelangkaan Lapangan Kerja Bakal Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi 

idxchannel.com
14 jam lalu
Cover Berita

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menekankan dinamika dunia usaha berperan andil dalam capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Apindo Ingatkan Kelangkaan Lapangan Kerja Bakal Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menekankan dinamika dalam dunia usaha berperan andil dalam capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia. Sehingga, setiap indikator makro yang berkelindan dunia bisnis mesti dimaknai sebagai tantangan ekonomi.

Shinta mewanti-wanti tantangan utama menyoal ketersediaan lapangan kerja. Sebab, selama ini masalah latennya adalah keterbatasan pekerjaan di tengah masifnya angkatan kerja lulusan pendidikan lintas tingkatan. 

Baca Juga:
Soal WFA di Akhir Tahun, Apindo: Tidak Semua Pekerjaan Bisa Terapkan

"Tidak mudah mendapatkan pekerjaan hari-hari ini. Kalau kita buka bursa pekerjaan, itu yang ngantri ribuan untuk pekerjaan yang jumlahnya sangat terbatas," kata Shinta dalam diskusi bertajuk Economic Insight 2026: Unlocking Indonesia's Hidden Engine of Growth, yang digelar di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Menurut Shinta, dominasi pekerjaan yang tersedia di sektor informal, alih-alih pekerjaan formal. Jumlah lapangan kerja di sektor informal tembus lebih dari 50 persen, dan terus menanjak. Karakteristik pekerjaan informal mesti dipandang sebagai sebuah isu ekonomi bagi pemerintah. 

Baca Juga:
Apindo Khawatir Formula UMP Ancam Kelangsungan Industri Padat Karya

"Yang perlu dikhawatirkan ini adalah sektor informal, karena mereka tidak mendapatkan, pendapatan yang konsisten," ujar Shinta.

Lantas, kata dia, konsentrasi angkatan kerja yang banyak ke sektor informal tertuju pula ke bisnis UMKM. Beralihnya pencari kerja menjadi pelaku usaha menjadi kondisi yang sah-sah saja. Tapi, bagaimana bisnis tersebut mampu bertahan dan berkembang, menjadi persoalan lain yang mesti diperhatikan pemangku kepentingan.

Baca Juga:
Apindo Soroti Ongkos Bisnis Tinggi Jadi Tantangan Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Shinta juga menyoroti soal iklim investasi untuk menggenjot lapangan pekerjaan yang masih terbatas. Hal ini dipengaruhi oleh era digitalisasi dan otomasi sehingga penyerapan tenaga kerja di ranah industri ikut menurun dari waktu ke waktu.

"Jadi kita kalau lihat investasi yang masuk, sudah lebih banyak ke yang namanya capital intensive, tidak ada lagi di labor intensive, gitu. Jadi ini shifting penyerapannya yang turun hampir seperempat 10 tahun terakhir, ini jelas menjadi perhatian," kata Shinta.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Tanpa Autopsi, Penyebab Kematian Lula Lahfah Masih Misterius
• 17 jam laluliputan6.com
thumb
Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polisi Resmi Hentikan Penyelidikan Kematian Lula Lahfah!
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Gubernur DKI: Kondisi Sosial-Ekonomi Jakarta Adem Ayem, Tapi Diguyur Cuaca Ekstrem
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
KPK Periksa Eks Menag Gus Yaqut, Usut Kerugian Negara Kasus Kuota Haji
• 19 jam laluidxchannel.com
thumb
Denada Syok Ressa Menuntut Rp7 Miliar Padahal Selama Ini Hidupnya Terjamin
• 17 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.