Ketua MPR RI Ahmad Muzani membeberkan kontribusi besar Nahdlatul Ulama (NU) terhadap perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Karena hal itu, menurutnya, bangsa Indonesia berutang kepada NU.
Muzani menyampaikan hal itu saat puncak perayaan harlah ke-100 tahun masehi PBNU, di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Ia menyebut perjuangan NU sudah dimulai sejak Indonesia belum merdeka.
"Kontribusi NU terhadap Republik Indonesia sejak berdiri sampai sekarang begitu besar. Ketika Republik Indonesia masih dalam keadaan lemah, angkatan bersenjata yang masih dalam keadaan kurang kuat, maka NU kemudian melahirkan berbagai macam organisasi," ujar Muzani.
"Ada Gerakan Pemuda Ansor, bahkan Banser sebagai organisasi paramiliter NU berdiri sebelum Republik Indonesia berdiri. Ansor berdiri tahun '34, Banser berdiri tahun '36, sebagai upaya NU untuk memperkuat basis perlawanan terhadap penjajah itu," lanjutnya.
Muzani pun mengenang perjuangan warga NU dalam membantu kemerdekaan bangsa Indonesia. Termasuk ketika pada saat Belanda ingin kembali menjajah Indonesia hingga pada saat Inggris datang bersama Belanda di Surabaya ingin kembali menguasai Indonesia, generasi muda NU, para santri, dan seluruh rakyat Surabaya bersatu mengusir penjajah.
Muzani menyebut NU sampai mengeluarkan fatwa jihad untuk membela tanah air. NU memerintahkan seluruh santri di Indonesia bergerak melawan penjajah.
"Maka tanpa diminta, fatwa jihad keluar dari Hadratussyaikh, membela tanah air bagian dari kewajiban seluruh santri NU. Maka seluruh santri NU bersatu di desa, di kota, laki-laki, perempuan, mengasah senjata, mengangkat bambu runcing untuk mengusir penjajah. Itulah heroisme yang ditunjukkan oleh NU ketika itu di awal Republik Indonesia berdiri," ujar Muzani.
Tak berhenti sampai di situ, Muzani mengatakan NU kembali hadir dalam perjuangan menjaga keutuhan bangsa Indonesia ketika ancaman ideologi komunisme di Madiun. Dia menyebut, NU tampil kembali menyelamatkan ideologi negara meski para Kiai NU hingga pondok pesantren menjadi korban, namun santri-santri tetap tampil menyelamatkan negara dari bahaya komunisme.
"Doa terhadap bangsa dan negara yang disampaikan oleh para kyai disampaikan dengan berbagai macam cara. Ada istighosah, ada yasinan, ada tahlilan, ada zikir, ada salawatan, semua doa dilakukan untuk keselamatan bangsa dan negara," terang Muzani.
"Barangkali itulah yang menyebabkan kita masih kuat, barangkali itulah yang menyebabkan kita masih bersatu, dan barangkali itulah yang menyebabkan kita masih kuat sampai sekarang dalam menghadapi berbagai macam ujian. Itu sebabnya bangsa ini berutang kepada NU," imbuh dia.
(kuf/eva)

:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469287/original/077179600_1768105452-8f88cbf8-05ac-4e62-921a-d3f23bc02c77.jpg)



