Pemerintah Amerika Serikat (AS) mengalami penutupan atau shutdown sebagian pada Sabtu (31/1) waktu setempat, karena tenggat waktu pendanaan pada Jumat (30/1) tengah malam waktu AS berlalu tanpa Kongres menyetujui anggaran untuk tahun 2026.
Kendati demikian, seperti dilansir AFP, Sabtu (31/1/2026), shutdown sebagian yang dialami pemerintah AS ini diperkirakan akan berlangsung terbatas, karena DPR AS akan bertindak pada awal pekan depan untuk meratifikasi kesepakatan mengenai anggaran yang telah mendapat dukungan Senat AS.
Kegagalan pendanaan ini menyusul buntunya negosiasi yang dipicu oleh kemarahan Partai Demokrat atas pembunuhan dua demonstran oleh agen imigrasi federal dari Badan Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) yang dikerahkan oleh Presiden Donald Trump ke Minneapolis beberapa pekan terakhir.
Kebuntuan itu menggagalkan pembicaraan membahas anggaran baru untuk Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), yang membawahi ICE.
"Bukannya mengejar para penyelundup narkoba, predator anak, dan pelaku perdagangan manusia, pemerintahan Trump membuang-buang sumber daya berharga untuk menargetkan para demonstran damai di Chicago dan Minneapolis," sebut ketua fraksi minoritas Partai Demokrat pada Senat, Dick Durbin.
"Pemerintahan ini terus membuat warga Amerika kurang aman," ujarnya.
Sekitar tiga perempat operasional federal AS akan terdampak oleh shutdown sebagian ini, yang berpotensi memicu prosedur shutdown pada berbagai lembaga dan operasional, mulai dari pendidikan dan kesehatan hingga perumahan dan pertahanan.
(nvc/idh)



