Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa penyesuaian waktu terkait kebijakan tarif Amerika Serikat yang semula dijadwalkan pada Januari dan kemudian bergeser ke Februari tidak disebabkan oleh adanya permasalahan substansial.
Airlangga menjelaskan, penundaan tersebut murni dilakukan karena waktu pelaksanaan yang sudah mendekati akhir Januari. Ia memastikan seluruh proses negosiasi yang berkaitan dengan kebijakan tersebut telah diselesaikan.
“Tidak ada masalah. Ini hanya soal penjadwalan saja karena sudah mendekati akhir Januari,” ujar Airlangga saat ditemui awak media.
Menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan faktor geopolitik yang memengaruhi keputusan tersebut, Airlangga memilih untuk tidak berspekulasi dan meminta semua pihak menunggu perkembangan selanjutnya.
“Kita tunggu saja,” katanya singkat.
Baca Juga: Airlangga Beri Sinyal BEI Bakal Go Public pada 2026
Terkait apakah kebijakan tarif tersebut nantinya akan ditandatangani langsung oleh Presiden, Airlangga kembali menegaskan bahwa prosesnya masih berjalan sesuai mekanisme yang ada.
“Kita tunggu saja,” ujarnya.
Ia juga menepis anggapan bahwa penundaan terjadi karena masih adanya proses negosiasi yang belum rampung. Menurutnya, seluruh tahapan perundingan telah diselesaikan dan tidak ada kendala berarti.
“Negosiasinya sudah selesai. Ini hanya soal penjadwalan,” tegas Airlangga.
Pemerintah memastikan koordinasi lintas kementerian terus dilakukan agar implementasi kebijakan tarif tersebut dapat berjalan sesuai rencana dan tidak mengganggu stabilitas perekonomian nasional.


:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489335/original/083734100_1769843802-InShot_20260130_155146781.jpg.jpeg)

