Bisnis.com, JAKARTA — Presiden Donald Trump mengatakan Iran ingin bernegosiasi dan mencapai kesepakatan daripada menghadapi aksi militer Amerika Serikat (AS), meskipun Teheran bersikeras bahwa sistem rudal dan pertahanannya tidak akan pernah menjadi bahan negosiasi.
Melansir dari BBC Sabtu (31/1/2026), hal ini merespons armada besar pasukan militer AS yang berkumpul di teluk, termasuk Kapal Induk USS Abraham Lincoln.
“Saya bisa mengatakan ini, mereka memang ingin mencapai kesepakatan,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (30/1/2026).
Dia telah memperingatkan Teheran pada Rabu bahwa waktu untuk menegosiasikan kesepakatan mengenai program nuklirnya “sudah habis” setelah armada laut AS yang besar berkumpul di dekat negara tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan tidak ada pembicaraan yang direncanakan dengan AS saat ini, tetapi Teheran terbuka untuk negosiasi berdasarkan “hormat timbal balik” dan kepercayaan.
Dirinya menekankan bahwa sistem pertahanan rudal negara itu tidak akan pernah menjadi bagian dari negosiasi, dan mengulang posisi pemerintah bahwa program nuklirnya bersifat damai.
Baca Juga
- Trump Ancam Serang Iran, Dunia Waspada Konflik Timur Tengah Meluas
- Investasi Kecerdasan Buatan Diramal Masih Tinggi di Tengah Kekhawatiran AI Bubble
- Iran Siap Hadapi Serangan AS Tanpa Gunakan Senjata Nuklir
Dalam konferensi pers bersama mitranya dari Turki setelah pembicaraan di Istanbul untuk mencegah tindakan AS, dia mengatakan persiapan diperlukan untuk memulai negosiasi yang adil dan jujur.
Sementara Presiden AS Donald Trump menolak untuk menyingkirkan kemungkinan mengambil tindakan militer terhadap Teheran.
"Iran tidak memiliki masalah dengan perundingan, tetapi perundingan tidak dapat dilakukan di bawah bayang-bayang ancaman,” ujar Araghchi kepada wartawan pada Jumat, dilansir dari Aljazeera, Sabtu (31/1/2026).
Ketegangan antara Teheran dan Washington telah meningkat selama berminggu-minggu di tengah ancaman berulang dari Trump untuk menyerang Iran terkait penindasan terhadap protes anti-pemerintah baru-baru ini dan upayanya untuk membatasi program nuklir Iran.
Peringatan Trump mengenai kesepakatan nuklir pada Rabu datang setelah dia menjanjikan Washington akan campur tangan untuk membantu mereka yang terlibat dalam penindasan brutal terhadap protes di negara tersebut sebelumnya secara bulanan atau month to month (MtM).
Pada Kamis, Trump mengatakan telah memberitahu Iran bahwa mereka harus melakukan dua hal untuk menghindari tindakan militer.
“Pertama, tidak ada nuklir. Dan kedua, hentikan pembunuhan demonstran,” tegasnya.



