Mulai dari Cisarua, KLH Lakukan Uji Lingkungan Cegah Bencana Terulang

katadata.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melakukan kajian lingkungan di berbagai daerah aliran sungai (DAS) prioritas nasional. Langkah ini dimulai dengan rapid environmental assessment atau penilaian cepat dampak lingkungan pascabencana di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, kajian lingkungan yang nantinya dibarengi penegakan hukum lingkungan menjadi langkah preventif atas ancaman banjir dan tanah longsor. 

Hasil kajian teknis tersebut akan digunakan sebagai dasar rekomendasi kebijakan, sekaligus menjadi landasan krusial dalam revisi Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) dan penataan ulang tata ruang di area rawan bencana.

“Selanjutnya kami menyiapkan upaya-upaya untuk revisi KLHS serta rekomendasi perubahan tata ruang,” kata Deputi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani, dikutip dari keterangannya pada Jumat (30/1).

Kajian lingkungan dimulai di kawasan Pasirlangu, Cisarua, dengan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk membedah lanskap serta faktor pemicu bencana secara komprehensif. 

Ahli Meteorologi ITB  Imam Achmad Sadisun, berharap kolaborasi ini dapat memproyeksikan secara akurat mengenai kerentanan wilayah hulu terhadap curah hujan ekstrem dan pergeseran tanah. 

Kajian serupa akan direplikasi di berbagai wilayah hulu DAS prioritas. Di Pulau Jawa misalnya ada DAS Citarum, DAS Ciliwung, DAS serayu, hingga DAS Kali Bekasi. Sementara di luar Pulau Jawa akan dilakukan di DAS Ayung, Bali. 

Selain pendekatan saintifik, KLH akan melakukan pendalaman terhadap dugaan pelanggaran lingkungan yang memperparah dampak longsor di wilayah terdampak. Tim pengawas diterjunkan ke lapangan untuk pengumpulan bukti keterangan, lalu mengidentifikasi pihak-pihak yang abai aturan lingkungan hidup.

Pengawasan lingkungan akan difokuskan pada kegiatan dan unit usaha yang beroperasi di wilayah hulu, guna memastikan kepatuhan total terhadap daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup. Tujuannya, mencegah bencana hidrometeorologi di masa depan.


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Dunia Tergelincir setelah Terus-terusan Cetak Rekor Tertinggi
• 16 jam lalumetrotvnews.com
thumb
11 Arti Mimpi Melihat Kecelakaan, Pertanda Takut Gagal
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Polisi Hentikan Penyelidikan Kasus Ibu Guru Budi yang Dilaporkan Wali Murid
• 11 jam laludisway.id
thumb
Persik Kediri benahi lini pertahanan jelang hadapi Bali United
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Teh Dapat Meningkatkan Kesehatan, Tetapi Ditentukan Cara Meminumnya 
• 19 jam lalukompas.id
Berhasil disimpan.