Tumit Terasa Nyeri Saat Berdiri Lama? Begini Cara Atasinya

cnbcindonesia.com
2 jam lalu
Cover Berita
Foto: Cnick via Pixabay

Jakarta, CNBC Indonesia - Rasa nyeri menusuk di tumit saat pertama kali melangkah di pagi hari harus diwaspadai. Gejala tersebut bisa saja Plantar Fasciitis, suatu kondisi yang sering terjadi akibat terlalu lama berjalan atau berdiri di satu posisi dalam waktu lama.

Meski terdengar sepele, rasa nyeri ini dapat cukup mengganggu aktivitas harian. Dokter Spesialis Ortopedi (Tulang dan Traumatologi) Pain Management Center Mayapada Hospital Bogor, dr. Mohammad Tsani Musyafa, M.Kes, Sp.OT membagikan tips mengatasi kondisi tersebut.

Plantar Fasciitis terjadi akibat peradangan pada jaringan yang membungkus otot di bagian telapak kaki. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa nyeri yang muncul perlahan maupun tiba-tiba, dan biasanya akan semakin terasa saat kaki digunakan untuk berjalan.


dr Tsani menjelaskan peradangan pada telapak kaki dapat menyebabkan jaringan otot di sekitarnya membengkak dan menebal, mengakibatkan saraf-saraf di area tersebut tertekan dan menimbulkan rasa nyeri, terutama saat kaki digunakan untuk menopang tubuh.

"Jika dibiarkan terlalu lama tanpa penanganan dapat menjalar hingga ke bagian atas kaki bahkan sampai ke ujung jari," kata dr. Tsani.

Plantar fasciitis sering kali ditandai dengan sensasi tajam dan menusuk di area bawah tumit, terutama saat langkah pertama di pagi hari setelah bangun tidur. Nyeri ini juga dapat muncul setelah duduk terlalu lama, berdiri dalam waktu lama, atau usai berolahraga.

Gejala ini umum disebabkan oleh beberapa faktor risiko. dr. Tsani menambahkan, kondisi ini umum terjadi pada perempuan berusia di atas 40 tahun.

"Seiring bertambahnya usia, jaringan di telapak kaki kehilangan elastisitasnya, sehingga lebih rentan mengalami peradangan. Selain faktor usia dan gender, tekanan berulang pada area tumit akibat aktivitas fisik seperti lari jarak jauh, balet, atau senam aerobik juga dapat memicu kondisi ini," ungkapnya.

Tidak hanya itu, risiko Plantar Fasciitis juga meningkat pada mereka yang memiliki struktur kaki datar, lengkungan kaki yang terlalu tinggi, atau cara berjalan yang tidak normal. Pekerjaan yang mengharuskan berdiri lama dan penggunaan alas kaki yang tidak memberikan dukungan yang cukup juga turut berperan, ditambah dengan faktor, seperti obesitas dan peningkatan berat badan dapat memperparah tekanan pada telapak kaki.

Dokter Spesialis Ortopedi dan Traumatologi Mayapada Hospital Surabaya, dr. Reyner Valiant Tumbelaka, M.Ked.Klin., Sp.O menyampaikan munculnya gejala Plantar Fasciitis bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan secara berlebiha. Gejala ini biasanya dapat sembuh dalam beberapa bulan dengan perawatan sederhana di rumah, seperti istirahat, kompres es, dan melakukan peregangan otot secara rutin.

"Disarankan juga menggunakan obat anti nyeri, plester atletik untuk menopang kaki, penyangga kaki (splint) saat tidur yang membantu meregangkan otot kaki, serta sol khusus (orthotics) untuk membantu mendistribusikan tekanan secara merata pada telapak kaki, sekaligus meredakan nyeri dan mempercepat pemulihan," papar dr Reyner.

Namun apabila perawatan di rumah tidak meredakan nyeri yang dirasakan, Dokter Reyner menyarankan beberapa tindakan medis lanjutan.

"Pasien dapat menjalani terapi injeksi Platelet Rich Plasma (PRP), terapi Extracorporeal Shock Wave dengan gelombang suara untuk merangsang proses penyembuhan, hingga tindakan pembedahan," jelasnya.

Jangan biarkan nyeri semakin parah! Segera konsultasikan keluhan nyeri Plantar Fasciitis atau jenis nyeri lainnya ke dokter ortopedi yang ada di layanan Orthopedic Center Mayapada Hospital. Dengan perawatan berstandar internasional, layanan ini secara khusus menangani masalah tulang, sendi, dan otot, mulai dari deteksi dini, diagnosis, tindakan, terapi, hingga perawatan pasca-tindakan. Konsultasi dapat dilakukan dengan menghubungi call center 150770.

Bagi warga Bogor dan Jawa Barat, Mayapada Hospital Bogor memiliki layanan Pain Management Center untuk menangani berbagai jenis nyeri secara komprehensif sesuai kondisi setiap pasien, dengan dukungan tim dokter multidisiplin yang memastikan proses pemulihan berjalan optimal. Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi atau Pain Customer Care Mayapada Hospital Bogor di 0811-1015-354.

Menjadwalkan konsultasi di Orthopedic Center Mayapada Hospital atau Pain Management Center Mayapada Hospital Bogor kini dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi MyCare, yang memudahkan pengguna untuk mengatur jadwal pemeriksaan, konsultasi dokter, hingga mengakses layanan gawat darurat 150990.

Baca: Kebiasaan Mager dan Bahaya Sedentary Lifestyle Buat Kesehatan Jantung

(rah/rah)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Sasar Usia 20-an, Kosmetik Lokal Andalkan Produk Clean Beauty

Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
Cerita di Balik Mundurnya Bos BEI: Polemik Data MSCI dan Tenggat yang Terlewat
• 3 jam lalukatadata.co.id
thumb
Susul Dirut BEI, Petinggi OJK Kompak Mundur
• 20 jam lalugenpi.co
thumb
GAC Indonesia Pastikan Pembeli Bisa Langsung Memakai Mobil Listrik Barunya di Imlek Maupun Lebaran 2026
• 21 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Guru Besar FK Unair Dorong Inovasi Ring Jantung yang Bisa Diserap Tubuh
• 5 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Terima Salinan Putusan, Lapas Salemba Bebaskan 19 Terpidana Kericuhan Demo Agustus
• 9 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.