Pernah nggak sih, kamu merasa habis makan pedas terus perut jadi mulas? Atau karena kebanyakan makan junk food eh malah bikin buang air besar (BAB) jadi keras dan nggak lancar?
Ternyata, kondisi ini bukan cuma soal “salah makan” biasa, tapi juga berkaitan dengan kesehatan usus. Para ahli menyebut bahwa pola makan memang memainkan peran penting dalam membentuk mikrobioma usus atau kumpulan bakteri baik yang membantu proses pencernaan.
“Ketika keseimbangan bakteri usus terganggu, kondisi ini dapat berkontribusi pada masalah pencernaan seperti irritable bowel syndrome (IBS), perut kembung, sembelit, dan diare,” ujar Robin DeCicco, ahli nutrisi holistik bersertifikat di New York City, seperti dikutip dari Fox News, Sabtu (31/1).
Menurut DeCicco, ada beberapa makanan populer yang tanpa disadari dapat mengganggu kesehatan usus. Apa saja? Yuk, simak selengkapnya berikut ini.
Roti KemasanYa, roti tawar kemasan memang jadi pilihan praktis untuk sarapan atau bekal. Namun, karena banyak yang diproses secara berlebihan, konsumsi roti jenis ini berpotensi berdampak kurang baik bagi kesehatan usus.
DeCicco menambahkan, roti komersial umumnya dibuat dari tepung olahan dan bahan tambahan untuk memperpanjang masa simpan, tetapi hal ini kerap mengorbankan kandungan serat yang penting bagi mikrobioma usus.
GorenganGorengan memang menggoda, tapi makanan tinggi lemak ini bisa membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. DeCicco menyebut, makanan yang digoreng atau dimasak dengan banyak minyak bisa sangat berat bagi sistem pencernaan.
“Tubuh lebih sulit mencerna makanan tinggi lemak seperti ini,” kata dia.
Ia juga menambahkan bahwa banyak gorengan dimasak dengan minyak nabati olahan, yang jika dikonsumsi secara rutin dapat semakin mengganggu keseimbangan bakteri usus.
GulaMenurut DeCicco, makanan dan minuman dengan kandungan gula tambahan tinggi, seperti es krim, minuman manis, hingga dessert, menjadi salah satu penyumbang terbesar bagi buruknya kesehatan.
"Makanan tinggi gula tidak memberikan manfaat apa pun, justru berkontribusi pada peradangan, obesitas, diabetes, dan penyakit jantung."
Ia mengatakan lonjakan gula darah yang sering terjadi dapat langsung mengganggu mikrobioma usus.
“Semakin banyak makanan yang kita konsumsi yang memengaruhi gula darah dan menyebabkan lonjakan insulin, semakin buruk dampaknya bagi usus, karena gula pada dasarnya menjadi bahan bakar bagi pertumbuhan bakteri berbahaya,” jelasnya.
Keju veganAlternatif keju nabati kini semakin populer, terutama bagi mereka yang menghindari produk susu. Namun, beberapa keju vegan yang sangat diproses mengandung banyak bahan tambahan dan pengisi.
Bahan-bahan inilah yang bisa memicu peradangan usus dan berdampak buruk bagi kesehatan pencernaan, terutama jika dikonsumsi terlalu sering.
DeCicco pun menyarankan untuk lebih sering mengonsumsi makanan utuh dan alami. Sebab, makanan tinggi serat dan minim proses sehingga dapat membantu menjaga keseimbangan bakteri usus dan mendukung sistem pencernaan yang sehat.



