Bisnis.com, JAKARTA — Pelaku pasar masih menanti penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) menyusul pengunduran diri Iman Rachman dari jabatannya pada Jumat (30/1/2026).
Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa saat ini otoritas bursa sedang berkoordinasi dengan regulator untuk mengisi kekosongan kursi kepemimpinan tersebut. Penunjukan ini sementara waktu harus melalui mekanisme perizinan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Penunjukan pejabat sementara Dirut akan dilaksanakan setelah memperoleh persetujuan dari OJK. Sedang dalam proses,” ujar Kautsar, Jumat (30/1/2026).
Penunjukan Plt pejabat BEI itu mrujuk pada Peraturan OJK No.58/POJK.04/2016 tentang Direksi dan Dewan Komisaris Bursa Efek. Dalam pasal 23 ayat (3) beleid tersebut diatur bahwa dalam hal terjadi jabatan direktur utama BEI lowong, salah satu anggota Direksi BEI wajib ditunjuk berdasarkan keputusan Direksi BEI.
Direksi yang ditunjuk itu akan bertindak sebagai pejabat sementara untuk melaksanakan tugas dan wewenang direktur utama yang lowong tersebut sampai dengan diangkatnya pengganti, setelah mendapat persetujuan Dewan Komisaris.
Saat ini, masih ada enam orang Direksi BEI yang aktif. Mereka adalah Direktur Penilaian Perusahaan I Gede Nyoman Yetna, Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Irvan Susandy, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan Kristian Manullang, Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko Sunandar, Direktur Pengembangan Jeffrey Hendrik, dan Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum Risa E. Rustan.
Mengacu pada POJK No.58/2016, salah satu dari enam orang tersebut akan ditunjuk sebagai Plt Direktur Utama BEI menggantikan Iman Rachman.
Seperti diberitakan Bisnis, Iman Rachman, yang menjabat sebagai orang nomor satu di BEI sejak Juni 2022, memutuskan mundur tepat setelah IHSG dihantam badai aksi jual besar-besaran. Sentimen negatif tersebut dipicu oleh keputusan MSCI yang menangguhkan rebalancing saham asal Indonesia akibat isu transparansi struktur kepemilikan.
Meskipun kondisi pasar mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi pada sesi perdagangan Jumat (30/1/2026), Iman memilih untuk tetap meletakkan jabatannya.
Dia berharap keputusannya itu dapat menjaga kredibilitas institusi dan memulihkan kepercayaan investor terhadap integritas pasar modal Indonesia.
"Sebagai bentuk tanggung jawab saya terhadap apa yang terjadi dua hari kemarin, saya menyatakan mengundurkan diri dari Dirut BEI. Saya berharap ini yang terbaik bagi pasar modal,” pungkas Iman.
Pengunduran diri ini mengakhiri masa jabatan Iman yang sebelumnya dikenal memiliki karier panjang di pasar modal dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Sebelum menakhodai BEI, dia sempat menduduki posisi strategis di Mandiri Sekuritas, PT Pelindo II dan III, PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA), hingga menjabat Direktur Strategi di PT Pertamina (Persero).
Kini, pasar menanti keputusan OJK terkait siapa sosok Plt Dirut BEI yang akan memimpin upaya pembenahan sistem pelaporan dan transparansi sesuai dengan tenggat waktu yang diberikan MSCI hingga Mei 2026.
Bisnis sudah menghubungi Komisaris Utama BEI Nurhaida untuk meminta konfirmasi terkait dengan penunjukan Plt Direktur Utama BEI. Namun, hingga berita ini diturunkan Nurhaida belum merespons.



