JAKARTA, KOMPAS.TV - Inisiatif Indonesia masuk Dewan Perdamaian buatan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bereaksi.
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menilai langkah Pemerintah Indonesia sangat krusial untuk memperjuangkan hak-hak bangsa Palestina.
Keputusan Pemerintah Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian menimbulkan pro dan kontra.
Baca Juga: Buruh Akan Demo di Jakarta Hari Ini, Tolak Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Gaza
Namun, Gus Yahya menilai hal tersebut harus dilakukan demi membantu kepentingan rakyat Palestina.
“Keberadaan Indonesia tidak boleh tinggal diam, tidak boleh tidak ikut serta, di dalam inisiatif itu tentu saja untuk kepentingan membantu bangsa Palestina,” ujar Gus Yahya di Jakarta, Sabtu (31/1/2026), dikutip dari ANTARA.
Ia menyadari adanya perbedaan pendapat dari berbagai elemen atas langkah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto itu.
Namun, Gus Yahya menilai selain Dewan Perdamaian belum ada panggung yang bisa mengonsolidasikan perdamaian di Palestina secara global.
Oleh karena itu, ia menekankan Indonesia tak boleh berdiam diri dalam mendukung rakyat Palestina.
“Keikutsertaan Indonesia tentu saja untuk membantu bangsa Palestina, bukan untuk kepentingan yang lain,” ujarnya.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : ANTARA
- pbnu
- gus yahya
- dewan perdamaian
- palestina
- donald trump



