Jangan Takut Gagal, Begini Strategi Berbisnis untuk Anak Muda

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Founder Kebab Turki Baba Rafi & CEO PT Nava Kreasi, Nilamsari, membagikan resep penting bagi generasi muda yang ingin terjun ke dunia wirausaha. Berdasarkan pengalamannya selama 23 tahun, Nilamsari mengingatkan bisnis bukan informasi teknis semata, melainkan terletak pada bagaimana seorang pengusaha mampu memberikan sentuhan personal dalam memecahkan masalah dan menghadirkan solusi bagi pasar. 

"Bisnis itu tentang bagaimana kita bisa men-touch secara personal market yang mau kita tuju. Nah, ini tidak bisa ditiru you need to understand yourself," ujar Nilamsari saat ditemui usai final konferensi pers DSC Season 16, dikutip Sabtu, 31 Januari 2026.

Nilam menjelaskan, karakter unik ini merupakan elemen yang tidak dapat ditiru oleh siapapun, sehingga setiap pengusaha dituntut untuk memahami diri sendiri sebelum menawarkan nilai kepada konsumen.
  Baca juga: DSC Perkuat Jejaring Wirausaha Demi Mendukung Pertumbuhan Ekonomi RI   Membangun ekosistem suportif
Nilamsari memberikan perspektif baru mengenai kerasnya dunia kewirausahaan yang diibaratkan sebagai perjalanan panjang menantang. Selain modal tekun belajar, ia menyarankan bagi para pengusaha muda untuk mencari atau membangun ekosistem yang suportif. 

Baginya, memiliki lingkungan atau komunitas yang saling mendukung sangat krusial agar pebisnis tidak merasa berjuang sendirian di tengah tekanan mental yang tinggi. Ekosistem yang aman ini menjadi sandaran penting agar semangat juang tetap terjaga dalam jangka panjang.

"Entrepreneur itu perjalanan yang sangat panjang jadi kalau teman-teman yang mau berbisnis, selain kita persisten tentunya kita tekun belajar dan yang paling penting kita harus punya ekosistem. Ekosistem yang mendukung dimana kita merasa tidak sendirian," jelas dia.


(Ilustrasi. Foto: Freepik)
  Jangan takut 'gagal' dalam berbisnis
Menyikapi fenomena kegagalan bisnis bagi anak muda yang sering merasa patah semangat karena kegagalan atau bisnis stagnan, Nilamsari menegaskan perasaan jatuh atau "down" adalah emosi yang wajar. Nilam menganalogikan kegagalan bisnis seperti mengikuti ujian remedial di bangku kuliah, yakni sebuah proses mengulang yang tidak berarti mulai dari titik nol.

"Nah buat temen-temen yang bisnis tapi terkadang gagal terus dan kok mentok terus bisnisnya, itu perasaan yang wajar. Tapi bukan berarti kita mulai dari nol dan gak boleh jatuh di lubang yang sama. Spirit of persistence itu adalah bagaimana kita jatuh, bangkit dan melakukannya secara berbeda," terang Nilam.

Nilam berpesan, semangat persistensi sejati bagi anak muda bukan hanya soal jatuh dan bangkit, melainkan keberanian untuk mencoba hal baru demi mencapai hasil yang maksimal. (Surya Mahmuda)


Artikel Asli

Berikan komentar Anda
Lanjut baca:

thumb
John Herdman Meeting dengan Alexander Zwiers dan I.League Jelang ke Eropa Pantau Diaspora Timnas Indonesia dan Berburu Pemain Keturunan
• 6 jam lalubola.com
thumb
Mensos Gus Ipul Tekankan Sekolah Rakyat Inklusif bagi Murid Disabilitas
• 2 jam laludetik.com
thumb
[FULL] Rakernas PSI Digelar di Makassar, Konsolidasi Menuju Kerja Nyata
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
Menteri Ekonomi Prabowo Merapat ke Wisma Danantara, Bahas Calon Dirut Baru BEI
• 5 menit lalukumparan.com
thumb
Puncak Harlah NU 2026 di Istora Senayan Hari Ini, Presiden Prabowo Diundang untuk Sampaikan Amanat
• 19 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.