Sejumlah menteri dan pejabat lembaga keuangan berkumpul di Wisma Danantara, Jakarta Pusat, Sabtu (31/1). Pertemuan ini langsung menarik perhatian karena dilakukan di tengah proses penentuan pimpinan baru Bursa Efek Indonesia (BEI).
Suasana di lokasi terlihat sibuk sejak pukul 19:00 WIB. Satu per satu pejabat datang untuk menghadiri rapat tertutup yang dijadwalkan sebelum konferensi pers. Pertemuan tersebut disebut melibatkan pemerintah, otoritas pasar modal, hingga perwakilan bursa.
Berdasarkan pantauan kumparan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto datang lebih awal. Setelah itu, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara Rosan P. Roeslani. Tak hanya itu, ada juga Menteri Sekretariat Negara Prasetyo Hadi dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), beberapa anggota dewan komisioner hadir, termasuk Friderica Widyasari Dewi yang baru ditunjuk mengisi posisi pimpinan OJK.
Perwakilan lembaga penunjang pasar modal juga ikut hadir. Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat sudah berada di lokasi, sementara BEI diwakili Direktur Pengembangan Jeffry Hendrik.
Banyaknya pejabat penting yang hadir menunjukkan bahwa rapat ini membahas hal strategis. Salah satunya terkait calon pimpinan baru bursa, di tengah kebutuhan memperkuat kembali kepercayaan investor setelah pasar saham bergejolak.
Airlangga memastikan pertemuan tersebut bukan agenda dadakan. “Ada rapat sebentar. Nggak mendadak,” kata Airlangga.
Ia menjelaskan peserta rapat berasal dari berbagai unsur pasar modal dan pemerintah. “Yang diundang dari bursa, OJK dan beberapa menteri,” imbuhnya.
Saat ditanya apakah pembahasan menyangkut calon direktur utama bursa, ia membenarkannya. “Iya,” tegasnya.




:strip_icc()/kly-media-production/medias/5489278/original/020619500_1769836384-IMG_3479.jpeg)
